Show simple item record

dc.contributor.advisorMawengkang, Herman
dc.contributor.authorJanter
dc.date.accessioned2019-01-11T02:17:46Z
dc.date.available2019-01-11T02:17:46Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.otherNurhusnah Siregar
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/10464
dc.description118106003en_US
dc.description.abstractPenerangan jalan umum (PJU) adalah merupakan kebutuhan masyarakat untuk keamanan dan kenyamanan dalam melakukan aktifitas perjalanan pada malam hari. Energi surya sudah menjadi salah satu alternatif sebagai sumber energi listrik berbasis lingkungan digunakan untuk Penerangan Jalan Umum. Karena energi surya merupakan sumber energi yang tak terbatas dan berkelimpahan yang dapat menghasilkan energi listrik pada saat puncak sebesar 1000 watt/m2. Potensi energi matahari di Indonesia adalah sebesar 4,8 kwh/m²/hari. serta rata-rata lama penyinaran matahari yang tinggi di Provinsi Sumatera Utara sebesar 47,5 % atau ± 5,7 jam dengan rentang waktu dari jam 6.00 s/d jam 18.00 WIB. Pada efisiensi panel sel surya sebesar 15 % dengan luas panel 1 m2, sel surya dapat menghasilkan daya 150 wp. Kebutuhan modul sel surya untuk memenuhi daya listrik untuk penerangan penerangan jalan umum-light emitting diode (PJU-LED), 100 watt selama 12 jam sebesar 1,2 kwh adalah 2 set modul sel surya masing-masing dengan luas 1 m2 dan kapasitas 130 wp. dengan rata-rata lama penyinaran matahari (LPM) selama 5,7 jam yang menghasilkan energi listrik sebesar 1,482 kwh. Efikasi cahaya lampu merupakan perbandingan keluaran lumen dengan pemakaian daya listrik yang dinyatakan dengan satuan lumen/watt. Efikasi cahaya lampu berpengaruh terhadap intensitas cahaya dalam satuan candela dan intensitas cahaya mempengaruhi illuminasi dalam satuan lux sebagai kekuatan penerangan yang menerangi jalan. Dengan memberi suatu perlakuan pada pemakaian daya listrik oleh lampu diperoleh konservasi energi listrik dari penerangan jalan umum semua ruas jalan nasional sepanjang 2632,22 km dan pertambahan panjang ruas jalan nasional 382,56 km pada tahun 2019. Perlakuan yang diberikan adalah dengan model pemanfaatan daya listrik, Tipe 1: Potensi pemanfaatan sel surya ke PJU-LED, diperoleh konservasi energi sebesar masing-masing 47,856 gwh dan 6,955 gwh, Tipe 2 : Pemanfaatan daya listrik saluran udara tegangan rendah (SUTR) melalui converter ke PJU-LED, diperoleh konservasi energi sebesar 45,880 GWh dan 6,669 gwh dan Tipe 3 : Pemanfaatan daya listrik SUTR ke penerangan jalan umum-dimmer (PJU-DIM), diperoleh konservasi energi sebesar masing-masing 18,771 gwh dan 2,747 gwh. Dari konservasi energi diperoleh reduksi emisi karbon dengan faktor emisi CO2 sebesar 1,14 kg/kwh, Tipe 1: Potensi pemanfaatan sel surya ke PJU-LED, diperoleh reduksi emisi karbon sebesar masing-masing 54,555 kton CO2 dan 7,929 kton CO2, Tipe 2 : Pemanfaatan daya listrik SUTR melalui converter ke PJU-LED, diperoleh reduksi emisi karbon sebesar masing-masing 52,303 kton CO2 dan 7,602 kton CO2 , dan Tipe 3 : Pemanfaatan daya listrik SUTR ke PJU-DIM, diperoleh reduksi emisi karbon sebesar masing-masing 21,398 kton CO2 dan 3,131 kton CO2.en_US
dc.description.abstractStreet Lighting is a public need for security and comfort in doing night trip activities. Solar energy has become one of the alternatives as a source of electrical energy based on the environment used for Lighting Public Road. Because solar energy is an infinite and abundant energy source that can generate electrical energy at peak times of 1000 Watt / m2. The potential of solar energy in Indonesia is 4.8 kwh / m² / day. as well as the average duration of high sun exposure in North Sumatra Province of 47.5% or ± 5.7 hours with a time span from 6:00 to 18:00 pm. In solar cell panel efficiency of 15% with a panel area of 1 m2, solar cells can produce 150 wp power. The need for solar cell modules to meet the public street light-light emitting diode (PJU-LED) electric power, 100 Watt for 12 hours of 1.2 kwh is 2 sets of solar cell modules each with an area of 1 m2 and a capacity of 130 wp. with an average of 5.7 hours of solar radiation that generates 1,482 kwh of electrical energy. Light lamp efficacy is the ratio of luminal output to electric power consumption expressed by lumen / watt unit. The efficacy of the lamplight affects the intensity of light in the candela unit and the intensity of light affects the illumination in lux units as the illuminating power that illuminates the path. By giving a treatment on the use of electric power by the lamps obtained electrical energy conservation from public road lighting all the national roads along the 2632.22 km and the increase in the length of national roads 382.56 km in 2019. The treatment provided is with the model of utilization of electric power , Type 1: Potential utilization of solar cell to PJU-LED, obtained energy conservation of 47.856 gwh and 6.955 gwh, Type 2: Utilization of low voltage network (SUTR) power through converter to PJU-LED, obtained energy conservation 45,880 gwh and 6,669 gwh and Type 3: Utilization of SUTR power to public street light-dim (PJU-DIM), obtained energy conservation of 18.771 gwh and 2.747 gwh respectively. From energy conservation, carbon emission reduction with CO2 emission factor of 1.14 kg / kwh, Type 1: Potential utilization of solar cell to PJU-LED, obtained carbon emission reduction of 54,555 kton CO2 and 7,929 kton CO2, Type 2: Utilization of SUTR power through converter to PJU-LED, obtained by carbon emission reduction of 52,303 kton CO2 and 7,602 kton CO2, and Type 3: Utilization of SUTR to PJU-DIM power, obtained carbon emission reduction of 21,398 kton each CO2 and 3,131 kton CO2.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectEfikasi Cahayaen_US
dc.subjectIlluminasien_US
dc.subjectKonservasi Energien_US
dc.subjectReduksi Emisi Karbonen_US
dc.titleModel Pengendalian Kebutuhan Daya Listrik dalam Pelayanan Penerangan Jalan Umum Berstatus Nasional Berbasis Ramah Lingkunganen_US
dc.typeDisertasi Doktoren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record