Show simple item record

dc.contributor.advisorNazaruddin
dc.contributor.advisorZen, Zahari
dc.contributor.authorFauziyah, Ummi
dc.date.accessioned2018-03-15T05:26:06Z
dc.date.available2018-03-15T05:26:06Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.otherFranz
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/1050
dc.description127007055en_US
dc.description.abstractPT Pertamina (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang energi. Berdasarkan UU No. 22/2001 Pertamina memiliki kedudukan yang sama dengan perusahaan lainnya, sehingga ini mempengaruhi unit pemasaran Pertamina seperti Marketing Operation Region (MOR) I Medan untuk meningkatkan kualitas salah satunya dengan meningkatkan kinerja karyawannya. Berbagai upaya dilakukan oleh PT Pertamina dalam meningkatkan kinerja karyawan agar optimal, diantaranya penilaian kinerja menggunakan KPI (Key Performance Indicator), sejak triwulan II tahun 2013 hingga triwulan II tahun 2015 kinerja belum pernah mencapai maksimal. Sehingga dilakukan penelitian dengan menggunakan variabel stres kerja dan motivasi untuk menganalisis pengaruh kinerja karyawan dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening. Penelitian menggunakan pendekatan survei melalui penyebaran kuesioner secara langsung kepada 105 responden. Data selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teknik pemodelan statistik SEM (Structural Equation Modeling) dengan menggunakan AMOS 22. Berdasarkan hasil yang diperoleh stres kerja berpengaruh negatif terhadap kinerja karyawan baik secara langsung maupun melalui variabel kepuasan kerja, sedangkan motivasi berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan baik secara langsung maupun melalui kepuasan kerja. Dengan kata lain motivasi merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam meningkatkan kinerja karyawan, sementara stres kerja merupakan faktor yang dapat menurunkan kinerja karyawan. Maka dari itu perlu dilakukan upaya-upaya nyata untuk meningkatkan kinerja karyawan dengan mengevaluasi dan memperbaiki sistem pengembangan karir dan penilaian prestasi kerja, memperbaiki hubungan atasan dan bawahan, melakukan relaksasi, menyediakan wadah untuk menampung ide-ide baik itu saran maupun kritik serta menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman. Dengan dilakukan kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan kinerja akan meningkat.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectPengaruh Stres Kerjaen_US
dc.subjectKinerja Karyawanen_US
dc.subjectKepuasan Kerjaen_US
dc.subjectVariabel Interveningen_US
dc.subjectPT Pertamina (Persero) MOR I Medanen_US
dc.titleAnalisis Pengaruh Stres Kerja dan Motivasi terhadap Kinerja Karyawan dengan Kepuasan Kerja sebagai Variabel Intervening PT Pertamina (Persero) MOR I Medanen_US
dc.typeTesis Magisteren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record