Show simple item record

dc.contributor.advisormary, Yusak
dc.contributor.advisorHutajulu, A. T.
dc.contributor.authorAlfredo
dc.date.accessioned2019-01-22T07:19:51Z
dc.date.available2019-01-22T07:19:51Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.otherIndra
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/10722
dc.description120304054en_US
dc.description.abstractThe Objective of this research is to analyze the export and non export trade channel, thr trade functions performed by each agency involved in export and non export sweet potato, trading cost, price spread, and share margin of each institution and to analyze the level of efficiency of export and non export trade channel of sweet potatoes of Pertibi Lama Village Merek Subdistrict Karo Regancy. Determination of research area is done by purposive sampling that area is chosen intentionally because Merek Subdistrict is biggest production center of sweet potato in Karo Regancy. Data analysis method used are descriptive analysis, Shepherd Method, Acharga and Aggrawal Method, Composite Index Method, Marketing Efficiency Index Method, and Soekartawi’s Efficiency Method. The result showed that among the three channel of sweet potato trade, the seconf channel ( Farmer – trader – trader from Medan – Consumer ) is the most efficient channel and channel I ( Farmer – Exporter – Consumer) is a less efficient channel.en_US
dc.description.abstractTujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis saluran ubi jalar jalur ekspor dan on ekspor, fungsi-fungsi tataniaga yang dilakukan ileh masing-masing lembaga yang terlibat dalam tataniaga ubi jalar jalur ekspor dan non ekspor, biaya tataniaga, price spread, dan share margin masing-masing lembaga dan untuk menganalisis tingkat efesiensi tataniaga jalur ekspor dan non ekspor ubi jalar di Desa Pertibi Lama Kecamatan Merek Kabupaten Karo. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive yaitu daerah dipilih secara sengaja karena Kecamatan Merek merupakan sentra produksi ubi jalar terbesar di Kabupaten Karo. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, metode shepherd, metode Acharya dan Aggrawal, Composite Index Method, Marketing Efficiency Index Method, dan metode efisiensi menurut soekartawi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ketiga saluran tataniaga ubi jalar, saluran ke II merupakan saluran yang paling efisien dan saluran I merupakan saluran yang kurang efisien.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectEfesiensien_US
dc.subjectShare Marginen_US
dc.subjectPrice Spreaden_US
dc.titleAnalisis Tataniaga Jalur Ekspor dan Non Ekspor Ubi Jalar (Ipomoea batatas) Asal Desa Pertibi Lama Kecamatan Merek Kabupaten Karoen_US
dc.typeSkripsi Sarjanaen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record