Show simple item record

dc.contributor.advisorHasan, Harris
dc.contributor.advisorSafri, Zainal
dc.contributor.authorAtsari, Teuku Fauzan
dc.date.accessioned2019-01-23T04:21:39Z
dc.date.available2019-01-23T04:21:39Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.otherNurhusnah Siregar
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/10761
dc.description137041157en_US
dc.description.abstractLatar Belakang : Skor risiko saat ini pada pasien infark miokard akut dengan elevasi segmen ST (IMAEST) membutuhkan algoritme yang kompleks dan terbatas penggunaannya di samping tempat tidur. Identifikasi yang cepat untuk pasien berisiko tinggi pada pasien IMAEST memungkinkan strategi dan pendekatan manajemen yang lebih agresif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi indeks syok modifikasi sebagai prediktor KKvM di rumah sakit Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kohort ambispektif terhadap 74 penderita IMAEST yang menjalani perawatan di RSUP HAM sejak Februari 2018 sampai September 2018. Semua subyek penelitian akan dilakukan pemeriksaan tekanan darah dan penghitungan laju denyut jantung untuk menghitung indeks syok modifikasi (HR/MAP) pada saat masuk rumah sakit. Pasien kemudian dibagi kedalam dua grup, dengan nilai indeks syok modifikasi <1.3 dan > 1.3, berdasarkan analisis ROC dari penelitian sebelumnya. Lalu subyek penelitian diikuti selama perawatan di rumah sakit untuk menilai kejadian kardiovaskular mayor (KKvM), yakni mortalitas, gagal jantung akut, syok kardiogenik dan aritmia maligna. Hasil : Dari 74 penderita IMAEST dalam studi ini, dijumpai 28 (37.8%) penderita yang mengalami KKvM, dan terdapat 19 orang (79.2%) diantaranya yang memiliki nilai ISM > 1.3. Dijumpai hubungan yang signifikan antara nilai indeks syok modifikasi dengan kejadian gagal jantung akut (OR 14.857, 95% CI 4.25-51.89, p<0.001). Analisa multivariat menunjukkan bahwa nilai ISM > 1.3 merupakan faktor independen untuk memprediksi terjadinya KKvM pada studi ini [OR 8.34 (5.15-34.66), p=0.001]. Kesimpulan : Indeks syok modifikasi merupakan prediktor yang sederhana dan mudah didapatkan dan dapat menjadi faktor independen untuk memprediksi kejadian kardiovaskular mayor selama masa rawatan pada pasien infark miokard akut dengan elevasi segmen ST.en_US
dc.description.abstractBackground: Current risk scores of ST-segment elevation myocardial infarction (STEMI) need sophisticated algorithm and were limited for bedside use. Prompt identification of higher risk patients presenting with STEMI will allow a more aggresive strategy and approach. The aim of this study was to evaluate the modified shock index as a predictor of in-hospital major adverse cardiovascular events (MACE) in patients with STEMI. Method: This cohort ambispective study included 74 consecutive patients with STEMI from February 2018 until September 2018 admitted to Adam Malik General Hospital. The blood pressure (BP) and heart rate (HR) measured at emergency department were used to calculate MSI (HR/mean artery pressure). Patients were divided into groups with MSI <1.3 and >1.3, respectively, based on the receiver operating characteristic curve analysis from previous studies. MSI and clinical variables were compared between groups of patients with inhospital MACE with a group of patients who did not experience in-hospital MACE which are mortality, acute heart failure, cardiogenic shock, and malgnant arrhythmias. Result: Of the 74 STEMI patients in this study, 28 (37.8%) patients experienced MACE, and there were 19 (79.2%) of them who had MSI values > 1.3. A significant relationship was found between the modified shock index value and the incidence of acute heart failure (OR 14,857, 95% CI 4.25-51.89, p <0.001). Multivariate analysis shows that MSI > 1.3 is an independent factor to predict the occurrence of MACE in this study [OR 8.34 (5.15-34.66), p=0.001]. Conclusion The modified shock index is a simple and easy to acquire and can be an independent factor for predicting major cardiovascular events during treatment in patients with acute myocardial infarction with ST segment elevation. The simplicity of this proposed index makes its use accessible in large-scale clinical practices for risk stratification during first contact with patients.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectISMen_US
dc.subjectKKvMen_US
dc.subjectIMAESTen_US
dc.subjectSKAen_US
dc.titleIndeks Syok Modifikasi Sebagai Prediktor Kejadian Kardiovaskular Mayor pada Pasien dengan Infark Miokard Akut dengan Elevasi Segmen STen_US
dc.typeTesis Magisteren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record