Show simple item record

dc.contributor.authorLubis, Bastian
dc.date.accessioned2019-02-15T08:50:06Z
dc.date.available2019-02-15T08:50:06Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.otherIndra
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/11565
dc.description198412282010121003en_US
dc.description.abstractSelama dekade terakhir terdapat peningkatan insiden gagal ginjal akut (Acute Kidney Injury/AKI) dan menimbulkan outcome jangka panjang yang merugikan. AKI adalah komplikasi yang sering terjadi pada pasien yang dirawat di unit perawatan intensif (Intensive Unit Care/ICU) dan berkaitan dengan meningkatnya angka lama rawatan di ICU dan rawat inap di rumah sakit, peningkatan angka kejadian penyakit gagal ginjal kronis (Chronic Kidney Disease/CKD), dan peningkatan resiko kematian baik jangka pendek maupun jangka panjang.1 Gagal ginjal Akut atau Acute Kidney Injury (AKI) merupakan komplikasi serius yang sering terjadi pada pasien dengan penyakit kritis. Penelitian meta-analisis mencakup 154 studi pada lebih dari 3.000.000 individu menyatakan bahwa 1 dari 5 orang dewasa dan 1 dari 3 anak di seluruh dunia mengalami AKI selama perawatan di rumah sakit. Insidens AKI pada pasien yang dirawat di ruang perawatan intensif (ICU) adalah sekitar 20-50%. Data dari studi prospektif multinasional yang dilakukan oleh Acute Kidney Injury-Epidemiologic Prospective Investigation (AKI-EPI) menunjukkan bahwa AKI terjadi pada lebih dari setengah pasien ICU, yaitu sebesar 57,3% dengan angka mortalitas sebesar 26,9%.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectSepsis Acute Kidney Injuryen_US
dc.titleSepsis Acute Kidney Injury (AKI)en_US
dc.typeKarya Tulis Dosenen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record