Show simple item record

dc.contributor.advisorSebayang, Firman
dc.contributor.advisorNasution, Rumondang Bulan
dc.contributor.authorPratama, Agung
dc.date.accessioned2019-03-04T03:22:39Z
dc.date.available2019-03-04T03:22:39Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.otherAkhmad Danil
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/12058
dc.description157006002en_US
dc.description.abstractCellulose and chitosan are natural polymers that have been used as biocomposite. The aim of this research is to obtain biofilms from chitosan and oxidized cellulose crosslinks. This research is divided into three steps, such as isolation of cellulose from oil palm trunk and oxidation of cellulose using NaIO4 (0.2; 0.4; 0.6; 0.8; 1.0 mg/mL) to obtain dialdehyde cellulose (DAC), crosslink of oxidized cellulose with chitosan (DD=72.85%) to obtain biofilm of chitosan/DAC (CDAC), and characterization of biofilms. The crosslinked reaction was confirmed by FT-IR analysis that showed the spectrum of Schiff-base C=N group at 1651 cm-1. Tensile strength increased gradually when the NaIO4 concentration used was 0.2-0.6 mg/mL, but after those concentrations,the tensile strength slightlydecreased. The morphology analysisshowed that CDAC had smoother morphology than DAC, which was shown rough and showed some particle indicated the presence of unreacted cellulose. CDAC biofilms that prepared with 1.0 mg/mL NaIO4 showed the greatest antibacterial activity.en_US
dc.description.abstractSelulosa dan kitosan adalah polimer alami yang telah digunakan sebagai biokomposit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh biofilm dari reaksi ikat silang antara kitosan dan selulosa teroksidasi. Penelitian ini dibagi menjadi tiga langkah, yaitu isolasi selulosa dari batang kelapa sawit dan oksidasi selulosa menggunakan NaIO4 (0,2; 0,4; 0,6; 0,8; 1,0 mg/mL) untuk memperoleh dialdehida selulosa (DAS), ikat silang selulosa teroksidasi dengan kitosan (DD = 72,85%) untuk memperoleh biofilm kitosan/DAS (KDAS), dan karakterisasi biofilm. Reaksi ikat silang dikonfirmasi oleh analisis FT-IR yang menunjukkan spektrum senyawa basa Schiff yaitu gugus C=N pada 1651 cm-1. Kekuatan tarik meningkat secara bertahap ketika konsentrasi NaIO4 0,2-0,6 mg/mL tetapi setelah konsentrasi tersebut kekuatan tarik menurun. Analisis morfologi KDAS menunjukkan morfologi yang lebih halus dari pada DAS yang menunjukkan kasar dan ada beberapa partikel menunjukkan adanya selulosa yang tidak bereaksi. Biofilm KDAS dengan konsentrasi NaIO4 1,0 mg/mL menunjukkan aktivitas antibakteri terbesar.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectBiofilmen_US
dc.subjectChitosanen_US
dc.subjectDialdehyde Celluloseen_US
dc.subjectSchiff Baseen_US
dc.subjectSodium Periodateen_US
dc.titleSifat Antibakteri Biofilm Senyawa Basa Schiff dari Reaksi Ikat Silang Selulosa Teroksidasi dengan Kitosanen_US
dc.typeTesis Magisteren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record