Show simple item record

dc.contributor.advisorTamrin
dc.contributor.authorSyafriani, Lisa
dc.date.accessioned2019-03-06T00:47:46Z
dc.date.available2019-03-06T00:47:46Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.otherAkhmad Danil
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/12150
dc.description140802008en_US
dc.description.abstractResearch had been done to find out the effect of pegagan leaf extract concentration variation on semi-IPN hydrogel from carboxymethyl cellulose-acrylic acid-N'N methylene bisacrylamide as antibacterial. Semi-IPN Hydrogel was obtained by dissolving Carboxymethyl Cellulose (KMS) in PEG 1000 / NaOH solvent system. Monomer acrylic acid (AA), initiator potassium persulfate (KPS), and crosslinker N'N methylene bisacrylamide (MBA) were added subsequently. Then,the mixture was added with pegagan leaf extract that was obtained by maceration extraction method with concentrations of 0.02 grams; 0.04 grams; 0.06 gram. Based on this performed research, concentration enhancement of pegagan leaf extract prompted a antibacterial properties degradation of hydrogel. From the crosslinking percentage test and water absorption tests, the optimum result was shown on the hydrogel which the pegagan leaf extract addition was 0.02 grams, 87.18% and 2210% specifically. Based on the FTIR test there was an interaction between pegagan leaf extract and semi-JPI hydrogel and the TGA test showed that the addition of extractants could reduce the hydrogel.en_US
dc.description.abstractTelah dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi ekstrak daun pegagan terhadap hidrogel semi IPN dari karboksimetil selulosa – asam akrilat – N’N metilen bisakrilamida sebagai antibakteri. Hidrogel Semi-IPN diperoleh dengan melarutkan Karboksimetil Selulosa (KMS) pada sistem pelarut PEG 1000/NaOH yang kemudian ditambahkan monomer asam akrilat (AA), Inisiator kalium persulfat (KPS), dan pengikat silang N’N metilen bisakrilamida (MBA). Selanjutnya ditambahkan dengan ekstrak daun pegagan yang diperoleh dengan menggunakan metode ekstraksi maserasi dengan konsentrasi (0,02 gram ; 0,04 gram ; 0,06 gram). Berdasarkan penelitian yang dilakukan peningkatan konsentrasi ekstrak daun pegagan menyebabkan penurunan sifat antibakteri pada hidrogel. Dari uji persentase ikat silang dan uji daya serap air yang terbaik ditunjukkan pada hidrogel dengan penambahan ekstrak daun pegagan sebanyak 0,02 gram yaitu 87,18% dan 2210%. Berdasarkan uji FTIR terjadi interaksi antara ekstrak daun pegagan dengan hidrogel semi-JPI dan uji TGA menunjukkan bahwa penambahan ekstraktan dapat menurunkan hidrogel.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectAntibacterialen_US
dc.subjectCarboxymethyl Celluloseen_US
dc.subjectHydrogelen_US
dc.subjectN’N-Methylene Bisacrylamideen_US
dc.subjectPegagan Leafen_US
dc.titlePengaruh Variasi Konsentrasi Ekstrak Daun Pegagan (Centella Asiatica [L] Urb) Terhadap Hidrogel Semi IPN dari Karboksimetil Selulosa - Asam Akrilat – N’N Metilen Bisakrilamida Sebagai Antibakterien_US
dc.typeSkripsi Sarjanaen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record