Show simple item record

dc.contributor.advisorSyarani, Fajrinur
dc.contributor.advisorAmira
dc.contributor.advisorPutri
dc.contributor.authorLesmana, Andrean
dc.date.accessioned2019-03-14T03:22:21Z
dc.date.available2019-03-14T03:22:21Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.otherNurhusnah Siregar
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/12420
dc.description147107009en_US
dc.description.abstractLatar Belakang : Pada Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) kemanjuran klinis terapi bronkodilator yang diberikan melalui spacer maupun home-made spacer pada VEP1 masih kontroversial dan masih tidak ada perbedaan yang signifikan. Tujuan : Untuk mengetahui perbedaan efektifitas pemberian bronkodilator yang diberikan melalui perangkat spacer dan home-made spacer pada penderita Penyakit Paru Obstruktif Kronik. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian uji klinis dengan design kuasi eksperimental membandingkan VEP1 dan VAS Dyspnoe. Sebanyak 62 penderita PPOK dilakukan tindakan uji bronkodilator dengan menggunakan spacer dan home-made spacer. Hasil : Tidak terdapat perbedaan nilai VEP1 yang signifikan setelah pemberian bronkodilator melalui perangkat spacer dan home-made spacer (p>0,05). Namun terdapat perbedaan nilai KVP yang signifikan antara spacer maupun home-made spacer. Pada VAS dyspnoe tidak terdapat perbedaan yang signifikan setelah pemberian bronkodilator melalui spacer dan home-made spacer (p>0,05). Kesimpulan : Dari hasil penelitian tidak terdapat perbedaan nilai VEP1 maupun penurunan VAS dyspnoe yang signifikan setelah pemberian bronkodilator melalui perangkat spacer dan home-made spacer.en_US
dc.description.abstractBackground: In chronic obstructive pulmonary disease (COPD) the clinical efficacy of bronchodilator therapy delivered via a spacer versus home-made spacer on FEV 1 is controversial and there is still no significant difference. Objective: To determine the effectiveness difference of bronchodilator delivered via spacer and home-made spacer in patients with chronic obstructive pulmonary disease Methods: This study is a clinical trial study with quasi experimental design comparing VEP1 and VAS Dyspnoe. A total of 62 patients with COPD, performed bronkodilator test by using spacer and home-made spacer Results: There is no significant difference in VEP1 values after bronchodilator delivered via two device spacer and home-made spacer (p>0.05). However there was a significant FVC difference between spacer and home-made spacer. In VAS dyspnoe there is no significant difference after bronchodilator administration through the two devices between spacer and home-made spacer (p>0.05). Conclusion: From the results of the study, there was no differences in VEP1 values as well as significant decrease in VAS dyspnoe after bronchodilator administration through spacer and home-made spacer.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectPPOKen_US
dc.subjectSpaceren_US
dc.subjectHome-Made Spaceren_US
dc.subjectVAS Dyspnoeen_US
dc.titleKeefektifan Pemberian Bronkodilator Inhalasi Antara Perangkat Spacer dan Home-made Spacer pada Penderita Penyakit Paru Obstruktif Kroniken_US
dc.typeTesis Magisteren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record