Show simple item record

dc.contributor.advisorGinting, Rahmanta
dc.contributor.advisorSihombing, Luhut
dc.contributor.authorPurba, Nova Indrianthi
dc.date.accessioned2019-03-18T03:29:08Z
dc.date.available2019-03-18T03:29:08Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.otherIndra
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/12533
dc.description140304105en_US
dc.description.abstractThe study was conducted aimed at analyzing the marketing channels of coffee products in the study area, to analyze the level of efficiency of coffee marketing in the study area, to analyze the added value of coffee processing in the study area, and to determine the acceptance of coffee farmers in each sale. The analytical method used is the trading method to analyze marketing patterns and value added, Hayami's method for analyzing added value and farming methods to analyze farmers' acceptance. The results of the study concluded that there were two coffee marketing channels in Parbuluan District. The value of marketing margin in channel I is Rp43,000/kg and the value of marketing margin in channel II is Rp44,000 / kg. The calculation of marketing efficiency shows that the most efficient coffee marketing channel in Parbuluan District is channel I and then channel II Calculation of added value from various elements shows that the production process of Hs coffee processing becomes Ose coffee, has added value of Rp. 8,000 / kg with a value added ratio of 22.85% of the value of the product, indicating that the added value of arabica coffee in the district of Parbuluan is classified as a moderate value-added ratio. The average coffee production in Perbuluan Subdistrict is 1020.25kg / Ha / Year, with an average coffee price of Rp26,989.58, - the average coffee farmers' acceptance is Rp45,372,126.65 / year. So that in one harvest, the average farmer's income is Rp2,062,369.39 / Ha.en_US
dc.description.abstractPenelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis saluran pemasaran produk kopi di daerah penelitian, untuk menganalisis tingkat efisiensi pemasaran kopi di daerah penelitian, untuk menganalisis nilai tambah pada pengolahan kopi di daerah penelitian, dan untuk mengetahui besar penerimaan petani kopi pada setiap penjualan. Metode analisis yang digunakan adalah metode tataniaga untuk menganalisis pola pemasaran dan nilai tambah, metode Hayami untuk menganalisis nilai tambah dan metode usahatani untuk menganalisis penerimaan petani. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa terdapat dua saluran pemasaran kopi di Kecamatan Parbuluan. Nilai marjin pemasaran pada saluran I sebesar Rp 43.000,-/kg dan nilai marjin pemasaran pada saluaran II sebesar Rp 44.000,-/kg. Perhitungan efisiensi pemasaran menunjukkan bahwa saluran pemasaran kopi di Kecamatan Parbuluan yang paling efisien adalah saluran I dan kemudian saluran II. Perhitungan nilai tambah dari berbagai elemen menunjukan bahwa proses produksi pengolahan kopi Hs menjadi kopi Ose, telah menghasilkan nilai tambah sebesar Rp. 8.000/kg dengan rasio nilai tambah sebesar 22,85 % dari nilai produk, menunjukkan bahwa nilai tambah pada kopi arabika di Kecamatan parbuluan tergolong pada rasio nilai tambah sedang. Rata rata produksi kopi di Kecamatan Perbuluan sebesar 1020,25kg/Ha/Tahun, dengan rata rata harga kopi sebesar Rp26.989.58, Rata – rata penerimaan petani kopi sebesar Rp45,372,126.65/Tahun. Sehingga dalam sekali panen rata rata penerimaan petani sebesar Rp2,062,369.39/Ha.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectKopien_US
dc.subjectSaluran pemasaranen_US
dc.subjectEfisiensi pemasaranen_US
dc.subjectNilai tambahen_US
dc.subjectPenerimaanen_US
dc.titleAnalisis Pemasaran dan Nilai Tambah Kopi (Coffea Arabica L) (Studi Kasus : Perkebunan Rakyat di Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi)en_US
dc.typeSkripsi Sarjanaen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record