Show simple item record

dc.contributor.advisorGinting, Budiman
dc.contributor.advisorYamin, Muhammad
dc.contributor.advisorIkhsan, Edy
dc.contributor.authorWiliam, Fendi
dc.date.accessioned2019-04-01T02:53:50Z
dc.date.available2019-04-01T02:53:50Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.otherNurhusnah Siregar
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/12992
dc.description167011081en_US
dc.description.abstractPelaksanaan jual beli tanah ditujukan bagi masyarakat menengah ke bawah yang dilakukan melalui jual beli, baik secara tunai maupun secara kredit. disimpulkan akta jual beli yang dibuat oleh para pihak dikantor notaris/PPAT merupakan akta yang telah memiliki kekuatan hukum sebagai pembuktian yang sah, karena dibuat sesuai dengan ketentuan Undang-undang. Terhadap Akta yang dibuatnya seorang Notaris/PPAT bertanggungjawab terhadap para pihak yang berkepentingan pada akta yang dibuatnya. Akta otentik sebagai alat bukti terkuat dan terpenuh mempunyai peranan penting dalam setiap hubungan hukum dalam kehidupan masyarakat. Melalui akta otentik yang menentukan secara jelas hak dan kewajiban, menjamin kepastian hukum, dan sekaligus diharapkan pula dapat dihindari terjadinya sengketa. Penulis menggunakan metode penelitian adalah yuridis normatif yang merupakan penelitian kepustakaan dengan pendekatan historis dan Perundang- Undangan mengenai tanggungjawab para pihak dalam akta, tanggungjawab PPAT pembuat akta, serta gugatan para pihak tentang akta yang telah dibuat di kantor PPAT oleh para pihak dan para saksi yang mana telah menyetujui dan menandatangani akta tersebut. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, penulis mendapatkan pengetahuan tentang kekuatan akta sebagai alat bukti, bagaimana pentingnya cap jari dibubuhi di samping tanda tangan, serta bagaimana PPAT yang telah menyerahkan protokol akta dan penerima protokol akta ikut didalam pelaksanaan akta menjadi alat bukti ketika para pihak melakukan gugatan terhadap akta PPAT.en_US
dc.description.abstractThe implementation of land transaction among the middle and lower class of people, either by cash or credit, is through buying and selling. Sales deed made in the office of Notary/PPAT has legal force as evidence since it is made according to law. However, the Notary takes liability for the persons appearing whose deeds are made. An authentic deed as strong evidence plays an important role in every legal case. Right and obligation which are clearly found in an authentic deed guarantees legal certainty and can avoid any dispute. The research used juridical normative which was library research with historical and legal provision approach about the liability of the persons appearing involved in making deeds in the PPAT office with witnesses who sign them. Based on the research done by the writer, he get knowledge about the power of a deed as evidence and how a PPAT who had submitted deed protocol for which the receiver of the deed protocol was involved in making the deed as evidence when the parties file complaint on PPAT’s deeds.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectAkta PPATen_US
dc.subjectAlat Buktien_US
dc.subjectGugatan Para Pihaken_US
dc.titleKeabsahan Jual Beli yang Tanda Tangannya Disangkal oleh Penjual (Studi Kasus: Putusan No.48/Pdt.g/2014/PMS)en_US
dc.typeTesis Magisteren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record