Show simple item record

dc.contributor.advisorDalimunthe, Aminah
dc.contributor.advisorHarahap, Urip
dc.contributor.authorRakasiwi, Mardian
dc.date.accessioned2019-04-05T01:28:25Z
dc.date.available2019-04-05T01:28:25Z
dc.date.issued2013
dc.identifier.otherNurhusnah Siregar
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/13110
dc.description101524003en_US
dc.description.abstractPlatelet membentuk trombus, pada kondisi normal trombus dapat larut dengan spontan, apabila tidak larut, trombus akan menghambat sirkulasi darah ke organ-organ tubuh penting. Obat antiplatelet digunakan untuk menurunkan agregasi platelet dan menghambat trombosis. Obat antiplatelet standar adalah asetosal dosis rendah 75-300 mg/hari. Penelitian sebelumnya dan beberapa literatur mengatakan, enzim bromelin pada nanas berfungsi sebagai antiagregasi platelet dan fibrinolitik. Sehingga peneliti terterik untuk meneliti buah nanas sebagai antiagregasi platelet. Untuk mengetahui karakterisasi, golongan senyawa kimia simplisia dan ekstrak. Selain itu untuk mengetahui waktu perdarahan dan koagulasi darah mencit. Penelitian ini meliputi karakterisasi, skrining fitokimia simplisia dan ekstrak, dan uji antiagregasi platelet dengan menggunakan metode waktu perdarahan dan waktu koagulasi. Penelitian ini menggunakan 7 kelompok perlakuan. Kelompok dibagi atas kelompok kontrol negatif (Na CMC 1%), kelompok kontrol positif (asetosal 40 mg/kg bb), dan kelompok perlakuan dengan variasi dosis diberi ekstrak etanol buah nanas dosis 50, 100, 200, 300 dan 400 mg/kg bb. Hasil karakterisasi simplisia yang diperoleh memenuhi persyaratan simplisia, hasil karakterisasi ekstrak dapat diperoleh sebagai acuan karakterisasi ekstrak. Hasil skrining fitokimia simplisia dan ekstrak etanol buah nanas menunjukkan adanya kandungan bioaktif senyawa golongan flavonoid, glikosida, saponin, triterpenoid/steroid. Hasil uji antiagregasi platelet menunjukkan bahwa ekstrak etanol buah nanas dosis 50, 100, 200, 300 mg/kg bb menunjukkan efek memperlama waktu perdarahan dan koagulasi, efek yang dihasilkan berbeda bermakna (p ≤ 0,01) terhadap Na CMC 1% dan asetosal, sedangkan ekstrak etanol buah nanas 400 mg/kg bb menunjukan hasil yang berbeda bermakna (p ≤ 0,01) dengan Na CMC 1%, tetapi tidak berbeda bermakna dengan asetosal 40 mg/kg bb dengan waktu perdarahan, 198,83 ± 0,75 detik; 229,83 ± 0,75 detik; 258,00 ± 0,89 detik; 283,83 ± 1,17 detik (p > 0,01) dan waktu koagulasi darah 234,83 ± 1,47 detik; 266,67 ± 0,82 detik; 285,33 ±1,63 detik; 315,67 ± 1,96 detik (p > 0,01). Ekstrak etanol buah nanas mampu memperlama waktu perdarahan dan koagulasi sehingga dapat dijadikan sebagai antiagregasi platelet.en_US
dc.description.abstractPlatelet thrombus formed, in normal conditions thrombus may dissolve spontaneously, if it does not dissolve, thrombus will inhibit blood circulation to vital organs. Antiplatelet drugs used to reduce platelet aggregation and prevent thrombosis. Standard antiplatelet drug is low-dose acetosal 75-300 mg/day. Earlies studies and several literature state that bromelin enzyme in pineapple function as platelet antiaggregation and fibrinolytic. Therefore, researchers is interested to investigate platelet antiaggregation effects of pineapple. To determine characterization, class of chemical compounds botanicals and extracts crude. In addition to determine the bleeding time and blood coagulation mice. This research involved characterization, Phytochemical screening of botanicals and extracts, platelet antiaggregation test using bleeding time and coagulation time. This study used seven treatment groups. The group divided to negative control group (CMC Na 1%), positive control group (acetosal 40 mg/kg bw), and treatment groups with various doses given ethanolic extract of pineapple doses of 50, 100, 200, 300 and 400 mg/kg bw. Botanicals characterization results obtained the requirements of botanicals, extrac characterization results can be usu as reference extract characterization. The results of botanicals and ethanol extract of pineapple phytochemical screening showed there were bioactive compounds classified as flavonoid, glycosides, saponins, and triterpenoids/steroids. The test results showed that platelet antiaggregation ethanolic extract of pineapple doses of 50, 100, 200, 300 mg/kg bw showed effects prolong bleeding time, effects resulting had significantly difference (p ≤ 0.01) for CMC Na 1% and acetosal, whereas ethanolic extract of pineapple 400 mg/kg bw showed effects had significant difference (p < 0.01) compared to CMC Na 1%, however didn’t have significant difference compared to acetosal 40 mg/kg bw with bleeding time, 198.83 ± 0.75 second; 229.83 ± 0.75 second; 258.00 ± 0.89 second; 283.83 ± 1.17 second (p > 0.01) and coagulation time, 234.83 ± 1.47 second; 266.67 ± 0.82 second; 285.33 ±1.63 second; 315.67 ± 1.96 second (p > 0.01). Ethanol extract pineapple fruit can prolong bleeding time and coagulation that can be used as antiplatelets aggregation.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectAntiagregasi Plateleten_US
dc.subjectBuah Nanasen_US
dc.subjectWaktu Perdarahanen_US
dc.subjectWaktu Koagulasien_US
dc.titleEfek Antiagregasi Platelet Ekstrak Etanol Buah Nanas (Ananas comusus Merr) pada Mencit Putih Jantanen_US
dc.typeSkripsi Sarjanaen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record