Show simple item record

dc.contributor.advisorTanjung, Hari Ronaldo
dc.contributor.advisorKhairunnisa
dc.contributor.authorYusnia, Intan
dc.date.accessioned2019-04-08T01:51:41Z
dc.date.available2019-04-08T01:51:41Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.otherNurhusnah Siregar
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/13149
dc.description121501029en_US
dc.description.abstractOsteoarthritis merupakan suatu penyakit sendi degeneratif yang paling sering terjadi pada orang dewasa dan usia lanjut. Pada pasien usia lanjut dapat mengalami komplikasi penyakit sehingga membutuhkan obat kombinasi, yang dapat menyebabkan terjadinya interaksi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ada tidaknya interaksi obat pada pasien osteoarthritis, mengetahui profil penggunaan, frekuensi interaksi obat, jenis obat yang berinteraksi, mekanisme interaksi obat, tingkat keparahan interaksi obat serta melihat hubungan interaksi obat dengan usia dan jumlah obat pada pasien osteoarthritis. Metode penelitian ini adalah survei deskriptif. Pengambilan data secara retrospektif. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Umum Haji Medan dengan menggunakan rekam medik pasien rawat jalan osteoarthritis pada bulan September 2015 – November 2015 yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data interaksi obat menggunakan sumber yang terkini dan terpercaya (Drug Interaction Fact, Stockleys Drug Interaction, Drugs.com, Medscape.com), dan hasil data di analisis dengan menggunakan uji Chi Square pada program SPSS Advanced Statistic 18.0. Hasil penelitian menunjukkan dari 120 rekam medik terdapat 87 rekam medik yang mengalami interaksi obat dengan frekuensi interaksi 72,5%. Jenis obat yang paling banyak berinteraksi adalah meloxicam (39,43%), natrium diklofenak (33,80%), dan paracetamol (17,60%). Berdasarkan mekanisme terjadinya interaksi terdapat 74 kasus dengan mekanisme farmakodinamik (52,11%), 65 kasus dengan mekanisme farmakokinetik (45,77%), dan 3 kasus dengan mekanisme unknown (2,11%). Berdasarkan tingkat keparahan interaksi terdapat tingkat keparahan ringan 65 kasus (45,77%), sedang 73 kasus (51,40%), dan berat 4 kasus (2,81%), serta tidak ada hubungan antara usia dengan kejadian interaksi obat (p >0,05) dan adanya hubungan antara jumlah obat dengan kejadian interaksi obat (p<0,05). Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat interaksi obat yang cukup tinggi pada pasien osteoarthritis di instalasi rawat jalan Rumah Sakit Umum Haji Medan periode September 2015 – November 2015. Faktor yang mempengaruhi interaksi obat adalah jumlah obat yang digunakan.en_US
dc.description.abstractOsteoarthritis is the degenerative disease that most often which occurs in adults and the elderly. The elderly patients suffer from complication disease their requires combination drug, leading to drug interaction. The study aimed to identify the incidence of drug interaction in patients with osteoarthritis, knowing the profile of drug use, frequency of drug interaction, the type of drug interaction, the mechanism of drug interaction, the severity of for drug interaction and determine the correlation interaction with age and the amount of drug in osteoarthritis patients. The research method used a descriptive survey with retrospective design. The study was conducted at Rumah Sakit Umum Haji Medan using medical records of outpatients osteoarthritis in September 2015 – November 2015 that fulfilled the inclusion criteria. Data analysis drug interaction was done the most current and reliable sources (Drug Interaction Fact, Stockleys Drug Interaction, Drugs.com, Medscape.com), and the data was analyzed using Chi Square in SPSS advanced Statistics 18.0. The result showed 120 medical records there are 87 medical records which may experience of drug interactions with for interaction frequency of 72.5%. The types of drugs most interaction is meloxicam (39.43%), sodium diclofenac (33.80%), and paracetamol (17.60%). Based on the mechanism of interaction there were 74 cases with pharmacodynamic mechanism (52.11%), 65 cases with pharmacokinetic mechanism (45.77%), and 3 cases with unknown mechanism (2.11%). Based on severitiy of the interaction there were minor 65 cases (45.77%), moderate 73 cases (51.40%), and major 4 cases (2.81%), there was correlation between age and incidence of interaction (p<0.05) and there was a correlation between the number of drugs and the incidence of drug interaction (p>0.05). Based on the reserch, it can be concluded that there are drug interaction high enough in osteoarthritis patients at outpatient installation Rumah Sakit Umum Haji Medan period September 2015 – November 2015. The factor affecting drug interaction is the amount of drug used.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectInteraksi Obaten_US
dc.subjectOsteoarthritisen_US
dc.subjectRSU Haji Medanen_US
dc.titleInteraksi Obat pada Pasien Osteoarthritis di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Haji Medan Periode September 2015 – November 2015en_US
dc.typeSkripsi Sarjanaen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record