Show simple item record

dc.contributor.advisorSumaiyah
dc.contributor.advisorRosidah
dc.contributor.authorPuteri, Cut Intan Annisa
dc.date.accessioned2019-05-02T02:40:21Z
dc.date.available2019-05-02T02:40:21Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/13773
dc.description126 Halamanen_US
dc.description.abstractLatar belakang: Asma merupakan salah satu penyakit kronis yang memerlukan terapi dalam jangka panjang. Salah satu obat yang paling banyak diresepkan untuk pengobatan asma adalah teofilin. Pemakaian sediaan-sediaan konvensional teofilin memiliki waktu kontaknya yang singkat dengan tempat kerja dan waktu paruh singkat sehingga pengobatan menjadi tidak efektif. Tujuan: Untuk membuat kapsul dengan bahan alginat dan kitosan yang menggunakan metode crosslink tripolifosfat dari teofilin serta melihat pengaruh crosslinker tripolifosfat terhadap karakteristik cangkang kapsul. Metode: Penelitian ini meliputi pembuatan kapsul yang dibuat dari larutan natrium alginat 500-600 cp dengan formula F1 (alginat 2%, kitosan 1%, TPP 2%), F2 (alginat 2%, kitosan 2%, TPP 2%), F3 ( alginat 2%, kitosan 3%, TPP 2%), F4 (alginat 2%, kitosan 4%, TPP 2%), F5 (alginat 2%, kitosan 4%, TPP 3%), F6 (alginat 2%, kitosan 4%, TPP 4%), F7 (alginat 2%, kitosan 2%, TPP 4%) dan F8 (alginat 4%, kitosan 2%, TPP 4%). Selanjutnya dilakukan karakterisasi cangkang kapsul yang meliputi pengukuran panjang, diameter, ketebalan, berat dan volume, analisis waktu hancur dan uji derajat swelling yang dilakukan dalam medium pH berganti, kemudian analisis interaksi gugus fungsi dari cangkang kapsul alginat-kitosan crosslink TPP (FTIR) dan analisis morfologi permukaan dari cangkang kapsul mengunakan SEM. Pengujian dilanjutkan dengan uji pelepasan teofilin menggunakan alat disolusi dalam medium pH berganti dan diukur kadar teofilin dengan menggunakan spektrofotometer UV pada panjang gelombang 270 nm untuk cairan lambung buatan pH 1,2 dan 272 nm untuk cairan usus buatan pH 4,5 dan pH 7,4 serta dilakukan analisis kinetika pelepasan teofilin. Hasil: Berdasarkan formula F1, F2, F3, F4, F5, F6, F7, dan F8 yang dibuat dalam penelitian ini, cangkang kapsul yang dihasilkan hanya dari formula F7 dan F8. Pemeriksaan karakteristik cangkang kapsul dari formula F8 menghasilkan sifat fisik cangkang yang baik serta menghasilkan derajat swelling yang rendah yaitu 164,81%, dibandingkan dengan derajat swelling formula F7 yaitu 313,72%. Hasil uji pelepasan menunjukkan bahwa kapsul teofilin dari formula F7 dan F8 dapat melepas obat secara perlahan dan dalam waktu yang lama hingga ke dalam cairan usus buatan pH 7,4 selama 8 jam untuk formula F7 dan selama 12 jam untuk formula F8 dengan persentase kumulatif pelepasan sebesar 99,75% serta memiliki kinetika pelepasan yang mengikuti orde satu. Kesimpulan: Cangkang kapsul yang dibuat dengan bahan alginat dan kitosan menggunakan metode crosslink tripolifosfat memiliki karakteristik cangkang yang baik serta dapat melepas obat secara perlahan dalam waktu yang lama hingga ke dalam cairan usus buatan pH 7,4.en_US
dc.description.abstractBackground: Asthma is a chronic disease that requires long-term therapy. One of the most prescribed drugs for the treatment of asthma is theophylline. The use of conventional dosage is less effective because short time contacts with workplace and short biological half life. Purpose: Preparation capsule shells with alginate and chitosan using tripolyphosphate crosslink method of theophylline and to analize influence of the tripolyphosphate crosslinker on the characteristics capsule shells. Methods: This research included preparation capsules from a solution of sodium alginate 500-600 cp with F1 formula (2% alginate, 1% chitosan, 2% TPP), F2 (2% alginate, 2% chitosan, 2% TPP), F3 (2% alginate, 3% chitosan, 2% TPP), F4 (2% alginate, 4% chitosan, 2% TPP), F5 (2% alginate, 4% chitosan, 3% TPP), F6 (2% alginate, 4% chitosan, 4% TPP), F7 (2% alginate, 2% chitosan, 4% TPP) and F8 (4% alginate, 2% chitosan, 4% TPP). Characterization of capsule shell included measurement of length, diameter, thickness, weight and volume, disintegration analysis and swelling degree test in change pH medium, then interaction of functional groups analysis from alginate-chitosan crosslink TPP (FTIR) capsules and surface morphology analysis of capsule shells using SEM. The test was continued with theophylline release test using dissolution devices in the changing pH medium and measured levels of theophylline by UV spectrophotometer at 270 nm wavelength for artificial gastric fluid pH 1.2 and 272 nm for artificial intestinal fluid pH 4.5 and pH 7.4 and performed analysis of theophylline release kinetics. Results: Based on formula F1, F2, F3, F4, F5, F6, F7, and F8 were tested in this study, capsule shells produced only from formulas F7 and F8. Examination of the characteristics of capsule shells from the F8 formula produced good physical properties of shells and produced a low swelling degree of 164.81%, compared to the degree of swelling formula F7 which was 313.72%. The release test results showed that theophylline capsules of formula F7 and F8 can release the drug slowly and for a long time into artificial intestinal fluid pH 7.4 for up to 8 hours for formula F7 and for up to 12 hours for formula F8 with a percentage of cumulative release of 99.75% and had a kinetics release followed first-order Conclusion: Capsule shells made with alginate and chitosan using the crosslink tripolyphosphate method has good shell characteristics and can release the drug for a long time and slowly into artificial intestinal fluid pH 7.4.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectTeofilinen_US
dc.subjectCrosslinken_US
dc.subjectKitosanen_US
dc.subjectTripolifosfaten_US
dc.titlePembuatan dan Evaluasi Cangkang Kapsul Alginat-Kitosan Mengandung Teofilin Menggunakan Metode Crosslink Tripolifosfaten_US
dc.typeTesis Magisteren_US
dc.identifier.nimnipnik157014041


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record