Show simple item record

dc.contributor.advisorZaitunah, Anita
dc.contributor.authorRamadana, Geri
dc.date.accessioned2019-05-02T04:02:27Z
dc.date.available2019-05-02T04:02:27Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/13793
dc.description53 Halamanen_US
dc.description.abstractThe existence of Green Open Space (RTH) is not only important for good landscape of the city but also absorbing carbon dioxide and increasing oxygen production. Medan Denai as one of the sub-districts in the city of Medan has to consider the fulfillment of RTH areas. This study used the Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) analysis. Classification of NDVI values produced a distribution of vegetation density. Analysis of changes in vegetation density was carried out on maps of 1996, 2007, and 2018. Distribution of open green space was obtained by overlaying field data with maps of vegetation density in 2018. Results shows that the largest area in 1996 was Dense class with an area of 30.30%. The 2007 map shows the largest area is the Slightly Dense class with an area of 36.35%. In 2018, the highest area is Lower denfe Class with an area of 43.81%. Analysis of the distribution of green open space shows that the minimum area of open green space in Medan Denai has not been achieved. The optimalization of existing green space is important so that the minimum areas can be fulfilled.en_US
dc.description.abstractKeberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sangat penting selain menambah keindahan kota, juga menyerap karbon dioksida dan meningkatkan produksi oksigen. Medan Denai sebagai salah satu kecamatan di Kota Medan harus mempertimbangkan pemenuhan RTH. Penelitian ini menggunakan analisis Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). Pengkelasan nilai NDVI menghasilkan sebaran kerapatan vegetasi. Analisis perubahan kerapatan vegetasi dilakukan terhadap peta tahun 1996, 2007, dan 2018. Sebaran RTH diperoleh dengan menampalkan data lapangan dengan peta kerapatan vegetasi tahun 2018. Hasil penelitian menunjukkan luas terbesar tahun 1996 adalah kelas Rapat dengan luas 30,30%. Peta tahun 2007 menunjukkan luas terbesar adalah kelas Agak Rapat dengan luas 36,35%. Sedangkan peta tahun 2018 menunjukkan luas tertinggi adalah Kelas Jarang dengan luas 43,81%. Analisis sebaran RTH menunjukkan belum tercapainya luas minimum RTH di Kecamatan Medan Denai. Optimalisasi RTH yang ada menjadi penting agar terpenuhinya luas minimum RTH di kecamatan tersebut.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectRTHen_US
dc.subjectMedan Denaien_US
dc.subjectNDVIen_US
dc.subjectKerapatan vegetasien_US
dc.titleAnalisi Ruang Terbuka Hijau di Kecamatan Medan Denaien_US
dc.typeSkripsi Sarjanaen_US
dc.identifier.nimnipnik151201010


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record