Show simple item record

dc.contributor.advisorYunara, Edi
dc.contributor.advisorPutra, Mohammad Eka
dc.contributor.authorTarigan, Ivan Sadana
dc.date.accessioned2019-05-07T03:49:45Z
dc.date.available2019-05-07T03:49:45Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/13904
dc.description145 Halamanen_US
dc.description.abstractHukum Komparatif adalah hukum yang membandingkan suatu sistem hukum terhadap sistem hukum lainnya dan mengklasifikasikannya menjadi 3 sistem hukum, yaitu civil law, common law, dan socialist law. Setiap negara mempunyai sistem hukumnya sendiri sebab setiap hukum membentuk suatu sistem. Dalam sistem peradilan pidana dikenal dengan proses penuntutan dimana penuntutan adalah menuntut seorang terdakwa di muka Hakim Pidana dan menyerahkan perkara seorang terdakwa dengan berkas perkaranya kepada Hakim. Tujuan dari hukum acara pidana adalah untuk mencari dan mendapatkan atau setidak-tidaknya mendekati kebenaran materiil, ialah kebenaran yang sesungguhnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian perbandingan mengenai pelaksanaan penuntutan menurut Hukum Pidana Indonesia dan Hukum Pidana Amerika Serikat. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaturan penuntutan dalam peradilan pidana di Indonesia, bagaimana pengaturan penuntutan dalam peradilan pidana di Amerika Serikat, dan bagaimana perbandingan penerapan penuntutan di Indonesia dan di Amerika Serikat. Penerapan penuntutan di Indonesia dan di Amerika Serikat memiliki perbedaan yang dimana penuntutan oleh negara Amerika Serikat dibedakan menjadi dua penuntutan, yaitu penuntutan dari kejaksaan federal dan penuntutan dari kejaksaan negara bagian. Setiap kompenen lembaga sistem peradilan Amerika Serikat dibagi menjadi dua kedaulatan, yaitu kedaulatan federal dan kedaulatan negara bagian yang masing-masing kedaulatan menjalankan diskresi mereka masing-masing. Mengenai tahapan penuntutan, di Indonesia mengenal dua tahapan penuntutan, yaitu prapenuntutan dan penuntutan, namun di negara Amerika Serikat dikenal beberapa tahapan, yaitu Initial Appereance, Prelimanary Hearing dan Grand Jury.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectPerbandinganen_US
dc.subjectPenuntutanen_US
dc.subjectIndonesiaen_US
dc.subjectAmerika Serikaten_US
dc.titleKajian Perbandingan Hukum Pidana Tentang Sistem Penuntutan Perkara Pidana Menurut Sistem Peradilan Pidana Indonesia dan Amerika Serikaten_US
dc.typeSkripsi Sarjanaen_US
dc.identifier.nimnipnik140200349


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record