Show simple item record

dc.contributor.advisorPurnamawati, Sarah
dc.contributor.authorTambunan, Victoria
dc.date.accessioned2019-05-09T01:37:33Z
dc.date.available2019-05-09T01:37:33Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/13959
dc.description141402092en_US
dc.description.abstractDewasa ini pengetahuan anak bangsa mengenai warisan budaya asli Indonesia semakin pudar. Hal ini dikarenakan kurangnya sosialisasi yang dapat dengan mudah dijangkau generasi muda dan cara sosialisasi yang kurang dapat menarik minat generasi muda untuk mengetahui lebih jauh mengenai benda peninggalan sejarah dan budaya Indonesia. Perkembangan teknologi visualisasi dan simulasi melalui Virtual-Reality (VR) dan saat ini telah sangat maju dalam hal kualitas output (grafis, suara, peraba), kemudahan, efisiensi peralatan maupun psikologi pengguna. Tulisan ini membahas penggunaan VR dalam pelestarian warisan sejarah atau preservasi dan konservasi digital. Sejauh ini banyak rekonstruksi bangunan dan kawasan bersejarah cenderung dibuat dalam format 2D ataupun tampilan video dan hal ini dianggap cukup informatif dari segi lingkungan virtual yang dihasilkan. Namun hal tersebut terbatas dalam hal interaksi dan detail visualisasi dengan kualitas imersif dan skala penuh yang hanya dapat disediakan oleh teknologi VR. VR memungkinkan situs heritage direkonstruksi kembali dengan sangat akurat, model 3D, dan interaktif. Tampilan akhirnya begitu nyata sehingga akan memudahkan umpan balik dari siapapun khususnya building stakeholder. Hasil uji dari penelitian ini yang diperoleh dari survey setelah menggunakan aplikasi dapat disimpulkan bahwa aplikasi berjalan dengan baik dan pengguna dapat mengoperasikan Virtual Reality Tour Masjid Raya dengan baik dengan persentase keberhasilan 92%.en_US
dc.description.abstractThe knowledge of Indonesia’s historical and cultural heritage has fade away. This is due to the lack of socialization that can be easily engaged by the younger generation and the way of socialization that is less able to attract young people to learn more about Indonesian historical and cultural heritage. The development of visualization and simulation technology through Virtual-Reality (VR) currently has been very advanced in terms of output quality (graphics, sound, touch), ease, efficiency of equipment and user psychology. This paper discusses the use of VR in the preservation of historical heritage or digital preservation and conservation. So far many reconstruction of historical buildings and areas tend to be made in 2D format or video display and this is considered informative enough in terms of the virtual environment produced. But this is limited in terms of interaction and detailed visualization with immersive and full-scale quality that can only be provided by VR technology. VR allows heritage sites to be reconstructed in a very accurate, 3D and interactive model. The display is finally so real that it will facilitate feedback from anyone, especially building stakeholders. The test results from this study obtained from the survey after using the application can be concluded that the application runs well and users can operate the Masjid Raya Virtual Reality Tour well with the percentage of 92%.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectVirtual Realityen_US
dc.subjectVirtual Reality Touren_US
dc.subjectMasjid Rayaen_US
dc.subjectOculus Riften_US
dc.titleVirtual Reality Tour Bangunan Bersejarah Masjid Raya Menggunakan Oculus Riften_US
dc.typeSkripsi Sarjanaen_US
dc.identifier.nimnipnik141402092


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record