Show simple item record

dc.contributor.advisorSitompul, Darwin
dc.contributor.advisorMuluk, Chairul
dc.contributor.authorTanadi, Andi
dc.date.accessioned2019-05-15T04:40:12Z
dc.date.available2019-05-15T04:40:12Z
dc.date.issued2015
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/14207
dc.description113 halamanen_US
dc.description.abstractSebagai salah satu negara dengan laju pertumbuhan yang tinggi serta jumlah populasi hampir mencapai 240 juta orang, maka Indonesia menawarkan potensi besar untuk berbagai perusahaan yang melayani konsumen termasuk juga industri jasa seperti asuransi kerugian. Pangsa pasar asuransi Indonesia masih sangat luas, dimana total penetrasi asuransi di Indonesia hanya sekitar 1,77 persen dari total PDB. Angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan Singapura yang mencapai 6,03 persen dan 4,8 persen di Malaysia. Melihat kesempatan dan peluang yang ada, maka perusahaan jasa dalam industri asuransi kerugian harus mampu membuat strategi yang tepat untuk bisa unggul di dalam persaingan merebut pasar. Penerapan strategi yang tepat menjadi faktor yang penting dan menentukan keberhasilan dalam persaingan di industri ini. AIG Insurance cabang Medan sebagai salah satu perusahaan penyedia asuransi kerugian membuat kebijakan strategi menaikkan tarif harga premi asuransi kenderaan bermotor pada tahun 2009, yang kemudian diikuti terjadinya penurunan jumlah nasabah dan penerimaan premi dari tahun ke tahun setelahnya. Hal ini menunjukkan adanya indikasi penerapan kebijakan strategi yang tidak tepat pada tahun 2009. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kebijakan menaikkan tarif harga premi saat itu, mempengaruhi turunnya jumlah nasabah dan penerimaan premi sebagai indikasi turunnya minat dan kecenderungan masyarakat untuk membeli asuransi. Dan kemudian menemukan seberapa besar pengaruh faktor harga/tarif premi terhadap penurunan minat dan kecenderungan nasabah untuk membeli asuransi kerugian. Faktor-faktor yang digunakan adalah unsur bauran pemasaran jasa (marketing mix) 7P , yaitu : Produk (Product), Harga (Price), Saluran Distribusi (Place), Promosi (Promosi), Partisipan/Orang (People), Process (Process), dan Lingkungan Fisik (Physical Evidence). Metode pengumpulan data melalui sumber data primer yaitu dengan menggunakan kuesioner sebagai intrumen serta data sekunder yaitu buku literature, jurnal, serta publikasi data resmi. Metode analisa dengan menggunakan analisa regresi linear berganda, dimana perhitungan menggunakan bantuan program SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur Harga (Price) merupakan unsur yang paling dominan berpengaruh terhadap kecenderungan masyarakat dalam membeli asuransi kerugian. Selanjutnya faktor Proses (Process) dan Partisipan (People) juga dominan mempengaruhi peningkatan jumlah nasabah dan peningkatan penerimaan premi asuransi. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa faktor Saluran Distribusi (Place) dan faktor Produk (Product) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kecenderungan masyarakat untuk membeli asuransi.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectMarketing mix 7Pen_US
dc.subjectProduken_US
dc.subjectHargaen_US
dc.subjectSaluran Distribusien_US
dc.subjectPromosien_US
dc.subjectPartisipanen_US
dc.subjectProsesen_US
dc.subjectLingkungan Fisiken_US
dc.titleAnalisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kecenderungan Masyarakat Terhadap Produk Asuransi Kerugian (Studi Kasus pada AIG Insurance Cabang Medan)en_US
dc.typeTesis Magisteren_US
dc.identifier.nimnipnik107007001


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record