Show simple item record

dc.contributor.advisorNasution, Bismar
dc.contributor.advisorYamin, Muhammad
dc.contributor.advisorDevi, T.Keizerina
dc.contributor.authorCascarina, Sarah
dc.date.accessioned2019-05-15T05:52:51Z
dc.date.available2019-05-15T05:52:51Z
dc.date.issued2015
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/14226
dc.description132 halamanen_US
dc.description.abstractPT.Garuda Indonesia (Persero) Tbk telah memperoleh persetujuan untuk melakukan penawaran umum perdana (IPO) sesuai dengan persetujuan privatisasi dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang tertuang dalam Surat Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia No.PW.01/5972/DPR RI/IX/2009 tanggal 16 September 2009. Penelitian yang mendalam dilakukan terhadap IPO PT.Garuda Indonesia (Persero) Tbk, mengingat bahwa PT.Garuda Indonesia (Persero) Tbk merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dimana kegiatan Perseroan dilaksanakan berdasarkan pada Prinsip Good Corporate Governance (GCG). Salah satu upaya untu menerapkan Prinsip GCG adalah dengan menerapkan Prinsip Keterbukaan Informasi (Full Disclosure) dalam melakukan IPO. Penelitian secara mendalam dilakukan terhadap mekanisme IPO, penerapan Prinsip Keterbukaan Informasi (Full Disclosure) dan perkembangan kepemilikan saham Perseroan setelah IPO. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan sifat penelitian yang deskriptif analitis. Penelitian dilakukan dengan memberikan gambaran secara rinci dan sistematis peraturan perundangan yang berkaitan dengan prinsip keterbukaan informasi (full disclosure) pada proses IPO, untuk kemudian dianalisis dalam hubungannya dengan penawaran saham yang dilakukan pada PT.Garuda Indonesia (Persero), Tbk. Analisis tersebut dilakukan sehingga dapat diketahui dan diperoleh hasil/ jawaban dari permasalahan. Berdasarkan hasil penelitian, mekanisme IPO PT.Garuda Indonesia (Persero) Tbk dilakukan dengan tiga tahap, tahap persiapan, tahap pendaftaran di Bapepam-LK dan tahap pencatatan. Penerapan Prinsip Keterbukaan Informasi (Full Disclosure) merupakan suatu kewajiban bagi emiten, penjamin emisi maupun pihak terkait lainnya. Dari sisi yuridis, prinsip keterbukaan informasi merupakan jaminan bagi calon investor untuk memelihara kepercayaan publik terhadap pasar modal, menciptakan mekanisme pasar yang efisien serta mencegah penipuan. Dalam perkembangannya pada pencatatan saham hari pertama di BEI setelah melakukan IPO, saham PT.Garuda Indonesia (Persero) Tbk mengalami penurunan dari Rp.750 per saham menjadi Rp.620,- per saham atau turun sebesar 17,33 %. Dalam perkembangannya setelah melakukan penawaran umum sejak tahun 2011 sampai dengan 2014, harga saham tetap mengalami penurunan dan tidak pernah mengalami kenaikan di atas harga saat IPO.en_US
dc.description.abstractPT. Garuda Indonesia (Persero) has obtained the approval to do initial public offering (IPO), according to the approval for privatization from the House of Representatives which is stipulated in the letter of the Chairperson of the Indonesian House of Representatives No. PW.01/5972/DPR RI/IX/2009 on September 16, 2009. Profound study is conducted on IPO of PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk because it is one of BUMN (State-Owned Company) in which the activity of the corporation is done based on the principle of good corporate governance (GCG). One of the attempts to implement the principle of GCG is by implementing the principle of full disclosure in doing IPO. Profound study is also conducted on the mechanism of IPO, full disclosure, and the development of the company’s stocks ownership after IPO. The research used judicial normative and descriptive analytic method In order to describe in detail legal provisions which were related to the principle of full disclosure in the process of IPO and were analyzed to find the answer of the problem. The result of the research showed that the mechanism of IPO of PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk was done in three stages: preparation, registration to Bapepam-LK and recording. The implementation of the principle of full disclosure is an obligatory for bankers, emission guarantor and other stakeholders. From judicial point of view, the principle of full disclosure is the guarantee for aspiring investors to keep people’s trust on capital market, to create the efficient mechanism of market, and the forestall deception. In its development, the first day of listing the stocks in the Indonesia Stock Exchange after doing IPO, the stocks of PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk decreased from Rp. 750 per stocks to Rp. 620 per stock or decreased 17.33%. Since the initial public offering from 2011 to 2014, the stock price has decreased and never increased above the level of IPO.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumareta Utaraen_US
dc.subjectSahamen_US
dc.subjectPrinsip Keterbukaan Informasi (Full Disclosure)en_US
dc.subjectPenawaran Saham Perdana atau Initial Public Offering (IPO)en_US
dc.subjectPrinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik atau Good Corporate Governance (GCG)en_US
dc.titleAnalisis Yuridis Keterbukaan Informasi (Full Disclosure) pada Proses Initial Public Offering (IPO) PT. Garuda Indonesia (Persero), TBK Terkait Prinsip Good Corporate Governance (GCG)en_US
dc.typeTesis Magisteren_US
dc.identifier.nimnipnik127011168


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record