Show simple item record

dc.contributor.advisorSibarani, Robert
dc.contributor.advisorLubis, Syahron
dc.contributor.advisorAzhari, Ichwan
dc.contributor.authorLubis, Tasnim
dc.date.accessioned2019-05-16T02:28:55Z
dc.date.available2019-05-16T02:28:55Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/14250
dc.description430 Halamanen_US
dc.description.abstractNandong Simeulue (NS) adalah tradisi lisan dalam masyarakat Simeulue berupa pantun dan puisi yang mengandung nasehat-nasehat dan cerita-cerita. Untuk menganalisis tradisi lisan NS, digunakan pendekatan antropolinguistik yang merupakan interdisipliner antara bahasa dan perilaku (praktik) berbicara. Dengan menggunakan parameter antropolinguistik yaitu keterhubungan, kebernilaian dan keberlanjutan, maka penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan performansi NS, mengevaluasi kandungan tradisi lisan NS, dan menemukan model revitalisasinya agar NS dapat dilestarikan dan diwariskan kepada generasi penerus. Metode yang digunakan adalah metode etnografi yang dikemukakan oleh Spradley. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas data primer dan data sekunder. Sumber data primer berupa rekaman nandong, hasil wawancara dan hasil observasi. Sumber data sekunder berupa teks-teks pantun secara tertulis dan buku-buku yang memuat informasi nandong.. Temuan performansi berupa bentuk praktik berbicara yang mencakup struktur teks NS, tahapan performansi NS, komponen performer dan fungsi tuturan teks NS. Temuan pada kandungan NS menjelaskan makna, fungsi, nilai, dan norma yang terdapat di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performansi NS merupakan performansi nasehat yang terdiri ungkapan persuasif dan naratif. Ekspresi persuasif mencakup kalimat imperatif, ajakan dan sindiran sedangkan ekspresi naratif terdiri dari kalimat-kalimat deklaratif. Konteks performansi terdiri dari situasi formal, non-formal, dan impromptu. Formula performansi dalam acara formal tersiri dari seramo, nandong pembuka, nandong isi, nandong penutup dan seramo sedangkan dalam situasi nonformal dilakukan secara spontan. Komponen performer bisa terdiri dari kelompok besar, kelompok kecil dan solo. Makna NS dalam masyarakat Simeulue adalah nasehat dan memiliki fungsi sebagai “alarm”/pengingat tentang tata cara menjalani kehidupan sesuai dengan ajaran agama. Nilai-nilai yang terkandung dalam NS adalah nilai hormat-menghormati, menghargai, sportifitas, tanggung jawab, dan tangguh (survive). Norma- norma yang terdapat dalam NS mengikuti tiga aturan yang telah ditetapkan sejak dahulu yaitu: Tullah, Mahkamah dan Tunah. Selanjutnya, model revitalisasi terdiri dari dua yaitu jangka panjang dan jangka pendek. Untuk program jangka pendek, mengaktifkan kembali kelompok (sanggar) nandong agar dapat tetap eksis/bertahan untuk pengelolaan jangka panjang. Selanjutnya untuk program jangka panjang, NS akan di dokumentasikan secara audio-video, diarsipkan (archive) dalam bentuk digital, buku, dan kamus agar dapat bertahan dan dipelajari oleh generasi muda dan seterusnya.en_US
dc.description.abstractNandong Simeulue (NS) is an oral tradition in Simeuluenese. It consist of pantoon and poetry that convey advice and stories. Anthropolinguistic approach as interdisciplinary was used in this study to analyze NS in order to find out the relationship between language and language practice. Based on the parameter of anthropolinguistic that consist of interconection, evaluability, and sustainability, the objectives of the study were describing performance NS, evaluate the content of NS, and to find out the revitalization model of NS. The revitalizaation model is important in order to sustain NS as one of Simeuluenese herritage. Ethnography method which is proposed by Spradley was implemented in this study. The data were primary and secondary. Primary data source were video recording of NS, the result of interview and observation and secondary data source were transcript of nandong and books that consist of information about nandong The findings of performance was the form of speaking practice that covered text structure, NS stages, performer component, and speech funcion of NS. The finding of NS content explained the meaning, function, value, and norm of NS. The result of the study showed that performance NS deals with performance of advicing. It delivered through persuasive and narrative expression. Persuasive expression covered imperative, request, and satire sentences. Narrative expression encoded by statement sentences. The context of NS performance were formal, non-formal, and impromptu. The formula of NS performance in formal situation are seramo, nandong pembuka (opening), nandong isi (content), nandong penutup (ending) and seramo. In non-formal situation, nandong is sung spontaneously. Component of NS performer occure in big group or small group or even solo. The meaning of NS in Simeuluense is advice. It means nandong is advice. Generally, the function is an alarm (reminder) for Simeuluenese about how to behave in their life. the values are respect, honor, sportifity, responsibility, and survive. Norms are belong to rules; Tullah (based on Islamic religion), Mahkamah (based on government), and Tunah (custom). Based on performance and the content of NS, the revitalization model will be done in two term; short term and long term. For the short term, it focused on activate NS performer group due to the trainer of NS. For long term, NS will be documented and archived digitally, in a book, and dictionary or lexicography.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectNandongen_US
dc.subjectAntropolinguistiken_US
dc.subjectPerformansien_US
dc.subjectMasyarakat Simeulueen_US
dc.titleTradisi Lisan Nandong Simeulue: Pendekatan Antropolinguistiken_US
dc.typeDisertasi Doktoren_US
dc.identifier.nimnipnik158107006


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record