Show simple item record

dc.contributor.advisorWijaya, Haris
dc.contributor.authorIman, Della Zalika
dc.date.accessioned2019-05-24T03:55:50Z
dc.date.available2019-05-24T03:55:50Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/14793
dc.description98 Halamanen_US
dc.description.abstractPenelitian berjudul “Representasi Budaya Membeli Pakaian Baru dalam Iklan Ramayana Ramadhan „#KERENLAHIRBATIN Menyambut Lebaran‟” bertujuan untuk menganalisis representasi konsumerisme dan hyperreality yang terkandung dalam iklan tersebut. Teori yang digunakan dalam penelitian ini ialah teori Komunikasi Massa, Iklan, Semiotika Roland Barthes dan Hyperreality Jean Baudrillard. Metodologi dalam penelitian ini ialah deskriptif kualitatif. Analisis dilakukan secara dua tahap. Pertama, temuan dari respresentasi makna tersurat dan tersirat dalam iklan dianalisis dengan semiotika Roland Barthes. Analisis Roland Barthes menunjukkan makna denotasi, konotasi serta mitos yang terkandung dalam iklan. Hasil analisis tersebut ditinjau kembali dengan hyperreality Jean Baudrillard untuk melihat simulasi dan hyperreality yang membawakan budaya konsumerisme yang terkandung dalam iklan Ramayana. Studi ini menemukan bahwa Ramayana telah mengemas cara menyambut perayaan lebaran dengan membeli pakaian baru dengan suasana meriah dan bahagia, namun di baliknya terkandung budaya konsumerisme yang sudah melekat di masyarkat.en_US
dc.description.abstractThis study entitled „Representation of Buying New Clothes Culture in Ramayana Ramadhan Advertisement “#KERENLAHIRBATIN Menyambut Lebaran”‟ aimed to analyse consumerism representation and hyperreality contained within the advertisement. Theories used for this study are Mass Communication, Advertising, Roland Barthes Semiotic and Jean Baudrillard Hyperreality. This study uses qualitative descriptive methodology. It analyzed in two orders. First, explicit and implicit findings are analysed using Roland Barthes Semiotic. Analysis using Roland Barthes Semiotic results in denotation and connotation significances also the second order significance (myth). The analysis then review by using Jean Baudrillard Hyperreality to show how consumerism contained in simulation and hyperreality inside the advertisement. This study has founded that Ramayana‟s advertisement has brought the welcoming of Eid Al-Fitr with buying new clothes as something that is cheerful and rousing, however altogether engaging consumerism that already existed in society.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectIklanen_US
dc.subjectKomunikasi Massaen_US
dc.subjectSemiotikaen_US
dc.subjectRoland Barthesen_US
dc.subjectHyperrealityen_US
dc.subjectJean Baudrillarden_US
dc.subjectKonsumerismeen_US
dc.titleRepresentasi Budaya Membeli Pakaian Baru dalam Iklan Ramayana Ramadhan "#KerenLahirBatin Menyambut Lebaran"en_US
dc.typeSkripsi Sarjanaen_US
dc.identifier.nimnipnik140904114


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record