Show simple item record

dc.contributor.advisorGustianingsih
dc.contributor.advisorHanafiah, Ridwan
dc.contributor.authorPurba, Hotri Elsaveramika
dc.date.accessioned2019-06-12T02:22:17Z
dc.date.available2019-06-12T02:22:17Z
dc.date.issued2015
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/15107
dc.description150 Halamanen_US
dc.description.abstractThis study aimed to analyze the response of children aged 8-10 years for violent verbal stimulus acquired by the child of the soap opera Indonesia, and analyze forms of verbal violence uttered by children aged 8-10 years were assessed in terms of pragmatic Brown and Levinston. This study uses two main theories, namely the theory of child language acquisition proposed by Skinner (1938) and the theory put forward by threatening face and Levinston Brown (1987). The method used in this study is to collect data refer to the method that is a method by listening to the object of research, and technique of that method involved conversation, record, and note. Then the method used to analyze the data is unified method with basic techniques that aggregated power that is pragmatical and advanced technique that is circuited techniques appeal to equate. The results showed that firstly, children aged 8-10 years responded well to verbal stimulus of violence contained in the soap opera they watched, and did impersonation of the verbal violence when they did interacting with friends. Impersonation was caused by the stimulus response linkage between child language acquisitions with the child's environment, including soap operas as part of the environment of children acquire language. Secondly, based on the theory of threatening face, verbal forms of violence contained in the child's utterance is an act threatening the positive and negative face opponent’s utterance.en_US
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon anak usia 8-10 tahun atas stimulus kekerasan verbal yang diperoleh oleh anak dari tayangan sinetron Indonesia di televisi, dan menganalisis bentuk kekerasan verbal yang diujarkan oleh anak usia 8 – 10 tahun yang dikaji dari segi pragmatik Brown dan Levinston. Penelitian ini menggunakan dua teori utama, yakni teori pemerolehan bahasa anak yang dikemukakan oleh Skinner (1938) dan teori mengancam muka yang dikemukakan oleh Brown dan Levinston (1987). Metode yang dilakukan dalam penelitian ini untuk mengumpulkan data adalah metode simak dengan teknik pengumpulan data yaitu simak bebas libat cakap, rekam, dan catat. Lalu metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah metode padan dengan teknik dasar yaitu daya pilah pragmatis dan teknik lanjutan yaitu teknik hubung banding menyamakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, anak-anak usia 8 - 10 tahun merespon dengan baik rangsangan kekerasan verbal yang terdapat dalam sinetron yang mereka tonton, dan melakukan peniruan-peniruan kekerasan verbal tersebut ketika berinteraksi dengan teman seusianya. Peniruan ini disebabkan oleh adanya pertalian stimulus response antara perolehan bahasa anak dengan lingkungan anak tersebut, termasuk sinetron sebagai bagian dari lingkungan anak memperoleh bahasa. Kedua, berdasarkan teori mengancam muka, bentuk kekerasan verbal yang terkandung dalam tuturan anak tersebut merupakan tindakan mengancam muka positif dan negatif lawan tutur.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectKekerasan Verbalen_US
dc.subjectAnak Usia 8 – 10 Tahunen_US
dc.subjectPsikopragmatiken_US
dc.titleKekerasan Verbal dalam Sinetron Indonesia: Kajian Psikopragmatiken_US
dc.typeTesis Magisteren_US
dc.identifier.nimnipnik137009018


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record