Show simple item record

dc.contributor.advisorTanjung, Hari Ronaldo
dc.contributor.authorTumanggor, Ainil Marwiyah
dc.date.accessioned2019-06-21T06:06:02Z
dc.date.available2019-06-21T06:06:02Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/15342
dc.description77 Halamanen_US
dc.description.abstractLatar Belakang: Kompetensi adalah suatu hal yang dikaitkan dengan kemampuan, pengetahuan/wawasan dan sikap yang dijadikan pedoman dalam melakukan tanggung jawab pekerjaan yang dikerjakan oleh pegawai. Semakin lemahnya komitmen berprofesi mayoritas apoteker akhir-akhir ini, membawa akibat tidak eksisnya profesi apoteker di tengah masyarakat yang akhirnya berujung pada menurunnya kompetensi mayoritas para Apoteker. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi apoteker terhadap Apoteker terhadap kompetensi dalam implementasi PMK No.73 Tahun 2016 di Apotek di Kota Medan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan desain penelitian survey cross sectional.Populasi dalam penelitian adalah seluruh apotek di Kota Medan berjumlah 617 apotek dan sampel berjumlah 87 apoteker. Data diperoleh dengan membagikan kuesioner yang di isi secara langsung oleh apoteker pada bulan Agustus 2018 bekerjasama dengan pengurus cabang Ikatan Apoteker Indonesia kota Medan dengan mengadakan kegiatan diskusi bersama para apoteker di Fakultas Farmasi USU. Hasil: Hasil penelitian terhadap terdapat 87 responden menunjukkan 1orang (1,1%)tergolong kategori tidak kompeten, 17orang (19,5%)tergolong kategori cukup berkompeten 40 orang(46,0%) tergolong kategori kompeten, dan 29 orang (33,3%) tergolong kategori sangat kompeten. Secara keseluruhan Apoteker memiliki persepsi bahwa dirinya berkompeten dalam melaksanakan implementasi PMK No.73 Tahun 2016 (rata-rata = 54,65 ± 8,9).Karakteristik responden berupa pengalaman sebagai apotekerpenanggungjawab apotekberpengaruh terhadap persepsi apoteker tentang kompetensi apoteker dalam mengimplementasikan PMK No. 73 Tahun 2016(p<0.1). Kesimpulan: Secara keseluruhan apoteker memiliki persepsi bahwa dirinya berkompeten untuk melaksanakan implementasi PMK No.73 Tahun 2016, namun masih terdapat kompetensi apoteker bagian standar farmasi klinis yang harus ditingkatkan.en_US
dc.description.abstractBackground:Competency is something which is associated with ability, knowledge or insight and attitudes that are used as guidelines incarrying out the responsibilities of work done by employees. The weaker commitment of the majority of pharmacists to work lately, has resulted in the absence of the pharmacist profession in the society which ultimately led to the decrease in the competence of the majority of pharmacists. Objective: This study aims to determine the perceptions of pharmacists on pharmacists on competency in the implementation of PMK No.73 year 2016 at the Pharmacy in Medan. Method:This study used a descriptive method with a cross sectional survey research design. The total of population in this study was 617 for the pharmacy and the total of sample 87 for registered pharmacy. The data was obtained by distributing questionnaires that were filled directly by the pharmacist in August 2018 in collaboration with the branch manager of the indonesia pharmacist in medan by holding discussions with pharmacist in the universityof north sumatra pharmacy faculty. Results:The results of the study of 87 respondents showed that 1 person (1.1%) was categorized as incompetent, 17 people (19.5%) classified as quite competent category 40 people (46.0%) categorized as competent, and 29 people (33, 3%) classified as highly competent. Overall pharmacists have a perception that they are competent in implementing the implementation of PMK No.73 year 2016 (average = 54.65 ± 8.9). Characteristics of respondents in the form of experience as pharmacists responsible for pharmacies affect the perceptions of pharmacists about the competence of pharmacists in implementing PMK No. 73 year 2016 (p <0.1). Conclusion:Overall pharmacists have the perception that they are competent to carry out the implementation of PMK No.73 year 2016, but there are still pharmacist competency in clinical pharmaceutical standards that need to be improved.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectApotekeren_US
dc.subjectApotek Kota Medanen_US
dc.subjectImplementasien_US
dc.subjectKompetensien_US
dc.subjectPersepsien_US
dc.titlePersepsi Apoteker Terhadap Kompetensi Apoteker dalam Implementasi PMK No. 73 Tahun 2016 di Kota Medanen_US
dc.typeSkripsi Sarjanaen_US
dc.identifier.nimnipnik141501052


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record