Show simple item record

dc.contributor.advisorSumaiyah
dc.contributor.authorMeyliana
dc.date.accessioned2019-06-24T04:50:55Z
dc.date.available2019-06-24T04:50:55Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/15377
dc.description122 Halamanen_US
dc.description.abstractLatar belakang: Minyak Canola (Brasicca napus L.) mengandung vitamin E yang tinggi yang berguna untuk perawatan kulit. Vitamin E adalah antioksidan yang efektif melindungi kulit dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas, dan juga dapat menjaga kelenturan, kehalusan dan mengurangi noda bekas jerawat serta memperlambat keriput pada kulit. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan nanokrim yang mengandung minyak canola serta mengevaluasi sediaan nanokrim dibandingkan dengan krim yang mengandung minyak canola. Metode: Nanokrim sebagai anti-aging dibuat dengan minyak canola pada variasi konsentrasi 2,5% (F1); 5% (F2); 7,5% (F3) dan 10% (F4); sedangkan krim dibuat dengan konsentrasi minyak canola yang sama dengan nanokrim terpilih. Minyak canola sebelumnya diuji IC50. Lalu dievaluasi stabilitas sediaan nanokrim dan krim pada penyimpanan 12 minggu pada suhu kamar dan secara terpisah pada climatic chamber dengan suhu 40±7oC selama 4 minggu lalu diamati organoleptis (bau, warna, bentuk), pemisahan fase, cycling test, homogenitas, tipe emulsi, pH, daya sebar, viskositas, uji sentrifugasi, pengukuran tegangan antar muka, dan ukuran partikel. Selanjutnya dilakukan pengujian iritasi serta aktivitas anti-aging nanokrim dibandingkan dengan krim pada sukarelawan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan nanokrim dengan variasi konsentrasi minyak canola memberikan warna berbeda yakni kuning transparan, putih kekuningan dan putih serta bau khas; sedangkan sediaan krim memberikan warna putih. Kedua sediaan stabil setelah penyimpanan 12 minggu pada suhu kamar. Nanokrim stabil pada penyimpanan 4 minggu dalam climatic chamber, namun krim berubah warna menjadi kuning dan berbau tengik pada minggu ketiga dan keempat. Kedua sediaan stabil pada pengujian cycling test, homogen, tipe emulsi m/a, berkisar pada pH kulit, serta stabil dalam uji sentrifugasi. Tegangan antar muka nanokrim yaitu 39,2-41,4 dyne/cm dan krim 46 dyne/cm. Ukuran partikel F1, F2, F3 dan F4 pada awal pembuatan berturut-turut yakni 5882,17 nm, 348,47 nm, 321,16 nm, 318,16 nm dan mengalami peningkatan selama 12 minggu penyimpanan. Hasil uji iritasi menunjukkan kedua sediaan tidak mengiritasi kulit, dan aktivitas anti-aging nanokrim lebih baik daripada krim. Kesimpulan: Minyak canola 5%, 7,5% dan 10% dapat diformulasikan sebagai sediaan nanokrim serta stabil pada penyimpanan 12 minggu pada suhu kamar, dan nanokrim memiliki aktivitas anti-aging lebih tinggi dibandingkan dengan krim. Hal tersebut ditandai dengan meningkatnya kadar air (moisture), menurunnya pori (pore), noda (spot) dan keriput (wrinkle).en_US
dc.description.abstractBackground: Canola oil (Brassica napus L.) is high in vitamin E which is good for skin care. Vitamin E is an effective antioxidant that protects our skin from free radical damage which also maintain the skin elasticity, evenness, reduce blemishes, acne scars and slowing down aging of the skin. Objective: The purpose of this study was to formulate canola oil nanocream and to evaluate canola oil nanocream compared with canola oil cream. Method: Nanocream as anti-aging formulated in 2.5% (F1), 5% (F2), 7.5% (F3) and 10% (F4) of canola oil; while cream was formulated in the same concentration of canola oil of selected nanocream. The IC50 of canola oil had been determined, then the stability of nanocream and cream evaluated in 12 weeks room temperature, 40±7oC in 4 weeks stored in climatic chamber, and was observed the organoleptic (smell, colour, form), phase separation, cycling test, centrifuge test, particle size, homogenity, type of emulsion, pH, spreadability, viscosity, surface tension, irritation test, comparison of nanocream and anti-aging cream activity was observed on volunteers’ skin. Results: The results of this study showed that nanocream using canola oil variated in different colors which were transparent yellow, yellowish white, white and with typical smell, while cream was white. Nanocream and cream were both stable in 12 weeks room temperature, but cream turned into yellowish in color and smelled rancid on third and fourth week while stored for 4 weeks in climatic chamber. Both nanocream and cream were stable in cycling test (no organoleptic changes and no phase separation), homogen, o/w emulsion type, pH ranges in skin pH, no phase separation, creaming and tubidity in centrifuge test, particle size of F1, F2, F3, and F4 in the beginning were 5882.17 nm, 348.47 nm, 321.16 nm, 318.16 nm and increased during 12 weeks room temperature storing time, surface tension of nanocream was 39,2-41,4 dyne/cm while cream was 46 dyne/cm, no irritation were observed and nanocream anti-aging activity was higher than cream. Conclusion: Canola oil in concentration 5%, 7.5% and 10% can be formulated as nanocream, stable (no organoleptic changes and no phase separation) in 12 weeks room temperature, and nanocream has higher anti-aging activity than cream. This is characterized by the increasing of moisture, decreasing of pore, spot and wrinkle.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectMinyak Canolaen_US
dc.subjectNanokrimen_US
dc.subjectKrimen_US
dc.subjectAnti-Agingen_US
dc.titleFormulasi dan Evaluasi Sediaan Nanokrim Minyak Canola (Brassica napus L.) Sebagai Skin Anti-Agingen_US
dc.typeSkripsi Sarjanaen_US
dc.identifier.nimnipnik151501150


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record