Show simple item record

dc.contributor.advisorNurzaimah
dc.contributor.authorZaida, Windi Nindya
dc.date.accessioned2019-06-26T01:07:30Z
dc.date.available2019-06-26T01:07:30Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/15425
dc.description83 Halamanen_US
dc.description.abstractDalam setiap instansi/perusahaan, akuntansi memegang peranan yang sangat penting karena fungsi akuntansi dapat memberikan informasi mengenai keuangan dari suatu instansi/perusahaan. Setiap instansi, organisasi, entitas atau perusahaan harus dikelola dengan baik agar tujuan yang ingin dicapai oleh instansi atau perusahaan dapat tercapai. Pengelolaan keuangan instansi dilakukan oleh bendahara sedangkan di perusahaan pengelolaan keuangan dilakukan oleh manajemen dengan mengolah informasi-informasi yang diperoleh dan dibutuhkan oleh instansi/perusahaan untuk pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan yang baik adalah pengambilan keputusan yang didasarkan oleh informasi yang tepat dan akurat. Untuk memenuhi hal tersebut diperlukan sistem informasi akuntansi. Sistem informasi akuntansi atau sistem akuntansi adalah organisasi formulir, catatan dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh bendahara/manajemen untuk memudahkan pengelolaan keuangan instansi/perusahaan. Dengan adanya sistem akuntansi yang baik maka bendahara bisa memperoleh berbagai macam informasi khususnya yang menyangkut informasi keuangan yang penting sebagai dasar pengambilan keputusan. Sistem akuntansi yang digunakan di perusahaan atau organisasi meliputi sistem akuntansi piutang, sistem akuntansi utang, sistem akuntansi penggajian dan pengupahan, sistem akuntansi biaya, dan lain-lain. Sistem akuntansi penggajian adalah fungsi, organisasi, formulir, catatan, dan laporan tentang penggajian pada karyawan yang dibayar tiap bulan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan dibutuhkan oleh manajemen guna mempermudah pengelolaan perusahaan (Baridwan, 1990: 373). Apabila perusahaan sudah ada sistem akuntansi penggajian yang baik, maka diharapkan perusahaan memiliki praktek yang sehat seperti, kartu jam hadir harus dibandingkan dengan kartu jam kerja sebelum kartu yang terakhir ini dipakai sebagai dasar distribusi tenaga kerja langsung, pembuatan daftar gaji dan upah harus diverifikasi kebenaran dan ketelitian perhitungan oleh fungsi akuntansi sebelum dilakukan pembayaran, perhitungan pajak penghasilan karyawan direkonsiliasi dengan catatan penghasilan karyawan, catatan penghasilan karyawan disimpan oleh fungsi pembuat daftar gaji dan upah (Mulyadi, 2001: 387).en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectSistem Informasi Akuntansien_US
dc.titlePenerapan Sistem Informasi Akuntansi Penggajian pada Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tapanuli Selatanen_US
dc.typeKertas Karya Diplomaen_US
dc.identifier.nimnipnik132102014


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record