Show simple item record

dc.contributor.advisorManik, Terang UHSG
dc.contributor.authorPasaribu, Johannes
dc.date.accessioned2019-07-18T07:20:06Z
dc.date.available2019-07-18T07:20:06Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/16016
dc.description125 Halamanen_US
dc.description.abstractPenelitian ini berfokus pada Alat Penukar Kalor Udara-Tanah yang berfungsi untuk mengurangi konsumsi energi unit pendingin ruangan dan menganalisa kinerja termal alat penukar kalor udara-tanah dengan menggunakan pemodelan dinamika fluida komputasi dan divalidasi terhadap pengamatan eksperimen. Simulasi yang digunakan adalah untuk aliran transient, inkompresibel, turbulen, dan 3 dimensi. Simulasi dilakukan pada alat penukar kalor udara-tanah menggunakan bahan besi bersirip dan PVC 3,0” dengan ketebalan 2 mm dan panjang alat penukar kalor udara-tanah 6,7 m. Kondisi simulasi dibatasi hanya pada aliran fluida di dalam alat penukar kalor udara-tanah dengan variasi kecepatan 1 m/s, 2 m/s dan 3 m/s. Temperatur udara keluar rata-rata dari hasil simulasi 3D menggunakan Software ansys 17.0 diperoleh 25,45 oC untuk kecepatan udara masuk 1 m/s, 25,73 oC untuk kecepatan 2 m/s, dan 25,84 oC untuk kecepatan udara masuk 3 m/s. Sedangkan hasil eksperimen diperoleh 25,99 oC untuk kecepatan 1 m/s, 26,33 oC untuk kecepatan 2 m/s dan 26,01 oC untuk kecepatan udara masuk 3 m/s. Penyimpangan tertinggi antara hasil simulasi dan eksperimen diperoleh sebesar -3,04 % untuk kecepatan 3 m/s dan penyimpangan terendah diperoleh -10,28 % untuk kecepatan 1 m/s. Nilai COP rata-rata dari hasil simulasi diperoleh 0,703 untuk kecepatan 1 m/s, 0,624 untuk kecepatan 2 m/s, dan 0,774 untuk kecepatan 3m/s, sedangkan hasil eksperimen diperoleh 0,6307 untuk kecepatan 1m/s, 0,5417 untuk kecepatan 2m/s, dan 0,7504 untuk kecepatan 3m/s. Untuk nilai keefektivitasan rata-rata dari hasil simulasi diperoleh 0,956 untuk kecepatan 1m/s, 0,940 untuk kecepatan 2m/s, dan 0,960 untuk kecepatan 3m/s, sedangkan hasil eksperimen diperoleh 0.8590 untuk kecepatan 1m/s, 0.8164 untuk kecepatan 2 m/s, dan 0,8970 untuk kecepatan 3m/s.en_US
dc.description.abstractThis study aims focuses on Earth-Air Heat Exchanger which have function to reducing energy comsumption of an air conditionig unit and analyses the thermal performance of earth-air heat exchanger by using computational fluid dynamics modeling and validated against experimental observations. The simulations used are for transient, incompressible, turbulent, and 3-dimensional flow. In this Final Project, the author has developed a one dimensional model of a simplified earth-air heat exchanger system in the form of design equations. The simulation was carried out on a earth-air heat exchanger using a 3" fin-steel and PVC pipe material with a thickness of 2 mm and a 6.7 m earth-air heat exchanger length. The simulated conditions are limited only to fluid flow in earth-air heat exchangers with variations of 1 m/s, 2 m/s and 3m/s. Average outgoing air temperature from 3D simulation results using software Ansys 17.0 was obtained 25,45 oC for incoming air velocity of 1 m/s, 25,73 oC for the velocity of 2 m/s, and 25,84 oC for the velocity of 3m/s, while experimental results obtained 25.99 oC for the velocity of 1 m/s , 26.33 oC for the velocity of 2 m/s, and 26.01 oC for the velocity of 3m/s. The highest deviation between the simulation and experimental results was -3,04% for the velocity of 3 m/s and the lowest deviation was -10,28% for the velocity of 1 m/s. The average COP value of the simulation result for incoming air velocity was 0.703 for the velocity of 1 m/s, 0.624 for the velocity of 2 m/s, and 0.774 for the velocity of 3m/s, while the experimental results obtained 0.6307 for the velocity of 1 m/s, 0.5417 for the velocity of 2 m/s, and 0,7504 for the velocity of 3m/s. For the average effectivity value of simulation results obtained 0.956 for the velocity of 1 m/s, 0.940 for the velocity of 2 m/s, and 0.960 for the velocity of 3m/s, whereas experimental results obtained 0.8590 for the velocity of 1 m/s and 0.8164 for the velocity of 2 m/s, and 0.8970 for the velocity of 3m/s.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectSimulasien_US
dc.subjectCFD Transienten_US
dc.subjectAlat Penukar Kalor Udara-Tanahen_US
dc.subjectKoefisien Performansi (COP)en_US
dc.subjectEfektivitas EAHE (ԑ)en_US
dc.subjectNTUen_US
dc.titleAnalisa Simulasi Performansi Alat Penukar Kalor Udara-Tanah Tipe Pipa Besi Bersirip dengan Sistem Terbukaen_US
dc.typeSkripsi Sarjanaen_US
dc.identifier.nimnipnik120401076


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record