Show simple item record

dc.contributor.advisorNurmaini
dc.contributor.advisorSiagian, Albiner
dc.contributor.authorYuristi, Imelda
dc.date.accessioned2019-07-24T02:30:53Z
dc.date.available2019-07-24T02:30:53Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/16134
dc.description121 Halamanen_US
dc.description.abstractKeracunan pestisida yang digunakan untuk pertanian merupakan permasalahan utama kesehatan masyarakat. Salah satu sumber keracunan itu adalah pestisida golongan organofosfat. Organofosfat bekerja sebagai racun kontak, racun perut, dan juga racun pernafasan. Dampak keracunan organofosfat adalah menurunnya aktivitas kolinesterase yang ditandai dengan kadar enzim kolinesterase yang rendah. Selain itu, dampak keracunan akibat pestisida adalah anemia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara karakteristik, teknik penyemprotan, dan pemakaian APD (alat pelindung diri), dengan kadar kolinesterase dan kadar hemoglobin pada petani di Desa Juhar Ginting Sadanioga, Kabupaten Karo 2018. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang yang diperoleh dengan simple random sampling. Data diperoleh melalui wawancara dengan kuesioner dan pemeriksaan kadar kolinesterase menggunakan tintometer kit dan kadar hemoglobin menggunakan hemoglobin-meter portabel. Berdasarkan analisis dengan menggunakan uji korelasi pearson diperoleh hasil yaitu masa kerja (p=0,047) berhubungan dengan kadar kolinesterase, pemakaian APD (p=0,037), dan kadar kolinesterase (p=0,033) berhubungan dengan kadar hemoglobin. Sedangkan, umur (p=0,245), teknik penyemprotan (p=0,467), dan pemakaian APD (p=0,464) tidak berhubungan dengan kadar kolinesterase. Sementara itu, umur (p=0,065), masa kerja (p=0,068), teknik penyemprotan (p=0,109) tidak berhubungan dengan kadar hemoglobin. Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda, ditemukan bahwa yang berpengaruh terhadap kadar kolinesterase adalah masa kerja. Dan mampu menjelaskan masa kerja sebesar 10,3% sedangkan 89,7% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini, sedangkan yang berpengaruh terhadap kadar hemoglobin adalah kadar kolinesterase, teknik penyemprotan, dan pemakaian APD. Dan mampu menjelaskan kadar kolinesterase, teknik penyemprotan dan pemakaian APD sebesar 33,5% sedangkan 66,5% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Saran untuk penelitian ini, petani diharapkan lebih peduli dalam meningkatkan kesadaran dalam menghindari terjadinya keracunan pestisida, serta memakai APD secara lengkap sehingga dapat mengurangi risiko gangguan kesehatan pada petani yang terpapar ole pestisida.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectTeknik Penyemprotanen_US
dc.subjectPemakaian APDen_US
dc.subjectKadar Kolinesteraseen_US
dc.subjectKadar Hemoglobinen_US
dc.titleHubungan Karakteristik, Teknik Penyemprotan, dan Pemakaian APD (Alat Pelindung Diri) dengan Kadar Kolinesterase dan Kadar Hemoglobin pada Petani di Desa Juhar Ginting Sadanioga Kabupaten Karo 2018en_US
dc.typeTesis Magisteren_US
dc.identifier.nimnipnik167032141


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record