Show simple item record

dc.contributor.advisorS, Indra Chahaya
dc.contributor.authorTarigan, Bayu Pratama
dc.date.accessioned2019-07-30T02:17:01Z
dc.date.available2019-07-30T02:17:01Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/16310
dc.description99 Halamanen_US
dc.description.abstractThe development of transport nowadays is considered to be able to facilitate the work of man. The directly developed means of transportation also increase the volume amount of vehicles on the highway, thus traffic jams often become an unavoidable problem. In 2017, the number of vehicles in the Province of North Sumatra has reached 7.094.015 units. The increase in the number of transportation in the city was also supported by the increase in air pollution cases. Gas station becomes a location where various types of vehicles gather to fill fuel oil. Fuel oil contributes to approximately 75% of pollutants in the air with one of the chemicals that often cause air pollution is lead (Pb). Lead was produced from the imperfect combustion of fuel on vehicle engines so that the exhaust gas from the combustion results cause air pollution. The aim of the research is to determine the levels of lead in ambient air as well as the environmental characteristics at X Gas Station, Tanjung Morawa District. The type of research uses a survey method with a descriptive approach. Univariate data obtained are descriptively analyzed. The research results show levels of lead in ambient air at five existing location points at X Gas Station, Tanjung Morawa District have not exceeded the quality standard requirements under Government Regulation Number 41 of 1999, that is > 2 μg/Nm3 with highest value of lead level in the location point of the gas station with a value of 0.315 μg/Nm3 and the lowest measurement result of lead level in the location point of the highway with a value of 0,033 μg/Nm3. The environmental characteristics of the gas station that are divided over location layout requirements and operating standards in the gas station have met all the requirements. The gas station to carry out further monitoring of the air quality in the gas station and maintain the operation standards of gas stations given that the characteristic of lead is always accumulative in the human body as efforts to prevent lead poisoning in workers.en_US
dc.description.abstractPerkembangan alat transportasi saat ini dianggap dapat mempermudah pekerjaan manusia. Alat transportasi yang berkembang secara langsung juga ikut meningkatkan jumlah volume kendaraan di jalan raya sehingga kemacetan kerap kali menjadi suatu masalah yang tidak bisa dihindari. Pada tahun 2017, jumlah kendaraan yang berada di Provinsi Sumatera Utara telah mencapai angka 7.094.015 unit. Kenaikan jumlah transportasi pada suatu kota, didukung juga dengan peningkatan kasus pencemaran udara. Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) menjadi sebuah lokasi di mana berbagai jenis kendaraan berkumpul untuk mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM). BBM menyumbang kira-kira 75% polutan di udara dengan salah satu zat kimia yang sering menyebabkan pencemaran udara adalah timbal (Pb). Timbal dihasilkan dari pembakaran bahan bakar yang kurang sempurna pada mesin kendaraan sehingga gas buang hasil pembakaran menyebabkan pencemaran udara. Tujuan penelitian untuk mengetahui kadar timbal pada udara ambien serta karakteristik lingkungan di SPBU X Kecamatan Tanjung Morawa. Jenis penelitian menggunakan metode survei dengan pendekatan deskriptif. Data univariat yang didapat dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian diperoleh kadar timbal pada udara ambien di lima titik lokasi yang ada di SPBU X Kecamatan Tanjung Morawa belum melebihi baku mutu persyaratan menurut PP 41 Tahun 1999, yaitu > 2 μg/Nm3 dengan nilai kadar timbal tertinggi pada titik lokasi tempat pengisian bahan bakar dengan nilai 0,315 μg/Nm3 dan hasil pengukuran kadar timbal terendah pada titik lokasi jalan raya dengan nilai 0,033 μg/Nm3. Karakteristik lingkungan SPBU yang terbagi atas persyaratan tata letak lokasi dan standar operasi di SPBU telah memenuhi seluruh persyaratan yang ada. Kepada pihak SPBU agar melakukan pemantauan lebih lanjut terhadap kualitas udara yang ada di lingkungan SPBU serta mempertahankan standar operasi SPBU dalam hal budaya mematikan mesin kendaraan saat mengisi bahan bakar mengingat sifat timbal yang selalu akumulatif di dalam tubuh manusia sebagai upaya pencegahan terjadinya keracunan timbal pada pekerja.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectTimbalen_US
dc.subjectUdaraen_US
dc.subjectAmbienen_US
dc.subjectKarakteristiken_US
dc.subjectLingkunganen_US
dc.titleAnalisa Kadar Timbal (Pb) pada Udara Ambien dan Karakteristik Lingkungan di SPBU X Kecamatan Tanjung Morawa Tahun 2019en_US
dc.typeSkripsi Sarjanaen_US
dc.identifier.nimnipnik151000479


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record