Show simple item record

dc.contributor.advisorIlyas, Syafruddin
dc.contributor.authorAr-Roisyi, Dwi Khairani
dc.date.accessioned2019-08-14T08:26:42Z
dc.date.available2019-08-14T08:26:42Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/16756
dc.description67 Halamanen_US
dc.description.abstractPreeclampsia is one disease that has a different incidence in each country. There are as many as 64 content of compounds in turmeric which are thought to be hepatotoxic, besides that also because the liver is the main target of drugs and xenobiotics. In Indonesia which can be developed into traditional medicine, one of which is turmeric (Curcuma longa L.). This study used a type of analytic research with quasi-experimental design in pregnant female rats consisting of 4 treatments with 6 replications each. This study consisted of a negative control group (k-) with only feed given ad libitum, positive control (k +) in injection of LPS intravena with a group dose of 0.2 / kgBB and a group giving turmeric extract (Curcuma longa L.) with doses of 400mg / kgBB (P1) and 600mg / kgBB (P2) respectively then the rats are dissected and the liver organs are taken and histological preparations are made. After that, histological preparations were carried out on the liver of rats (Rattus novergicus). From the results of observations of the liver morphology in the negative (-) and P2 treatment the liver color was found to be dark red, whereas in the positive control group (k +) a pale red color was found. The combination of turmeric extract (Curcuma longa L.) and Lipopolysaccharide (LPS) on the liver of Pre-eclampsia rats showed a significant or significantly different difference (p <0.05). The administration of turmeric extract (Curcuma longa L.) at a dose of 600 mg / gBB does not have the potential to damage the liver and can repair damage to the liver due to LPS which causes Preeclampsia in pregnant female rats.en_US
dc.description.abstractPreeklamsia merupakan salah satu penyakit yang angka kejadiannya disetiap Negara berbeda-beda. Terdapat sebanyak 64 kandungan senyawa didalam kunyit yang diduga bersifat hepatotoksik, selain itu juga karena hati merupakan target utama dari obat dan xenobiotik. Di Indonesia yang dapat dikembangkan menjadi obat tradisional salah satunya adalah tanaman kunyit (Curcuma longa L.). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik dengan desain quasi-eksperimental pada tikus betina hamil yang terdiri dari 4 perlakuan dengan masing-masing 6 ulangan. Penelitian ini terdiri dari kelompok kontrol negatif (k-) dengan hanya diberi pakan ad libitum, kontrol positif (k +) dalam injeksi LPS intravena dengan dosis grup 0,2/kgBB dan kelompok yang memberikan ekstrak kunyit (Curcuma longa L.) dengan dosis masing-masing 400mg / kgBB (P1) dan 600mg / kgBB (P2) kemudian tikus dibedah dan diambil organ hati lalu di buat preparat histologis. Setelah itu, pengamatan histologis dilakukan pada hati tikus (Rattus novergicus). Dari hasil pengamatan morfologi hati pada perlakuan negatif (-) dan P2, warna hati ditemukan merah gelap, sedangkan pada kelompok kontrol positif (k +) ditemukan warna merah pucat. Kombinasi ekstrak rimpang kunyit (Curcuma longa L.) dan Lipopolisakarida (LPS) terhadap hepar tikus Preeklampsia menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan ataupun berbeda nyata (p<0,05). Pemberian ekstrak rimpang kunyit (Curcuma longa L.) dengan dosis 600 mg/gBB tidak berpotensi merusak hepar dan dapat memperbaiki kerusakan yang terjadi pada hepar akibat LPS yang menyebabkan terjadinya Preeklampsia pada tikus betina hamil.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectCurcuma longaen_US
dc.subjectHeparen_US
dc.subjectLPSen_US
dc.subjectPreeklampsiaen_US
dc.titlePengaruh Pemberian Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma longa L.) Terhadap Gambaran Histologi Hepar Tikus (Rattus norvegicus) Model Preeklampsiaen_US
dc.typeSkripsi Sarjanaen_US
dc.identifier.nimnipnik150805001


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record