Show simple item record

dc.contributor.advisorMarbun, James Piter
dc.contributor.authorZega, Mirdayani
dc.date.accessioned2019-08-14T08:46:11Z
dc.date.available2019-08-14T08:46:11Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/16762
dc.description89 Halamanen_US
dc.description.abstractLack of service quality becomes one obstacle to student satisfaction. Service quality can be known by comparing the service that is in real acceptable with the service that the student expects. In this research method used to measure the level of satisfaction of acceptable service and which the student expects is the Fuzzy Service Quality method. The Fuzzy method is a method used to resolve issues where descriptions of activities, research and assessment are subjective, uncertain and inappropriate. The Fuzzy method is combined with the Service Quality method so that the student's perception and expectation measurement can be measured easily and precisely. In Service Quality There are five dimensions that are used to improve the quality of service such as Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance and Empathy. The results of this study show that the gap value of the five dimensions has a negative value, meaning that the quality of service has not been expected so that the students perceived dissatisfaction occurs. This indicates that the quality of service provided by the library needs to make repairs, one of them on the physical attributes (Tangible) 6 with the availability question and ease of Internet access. At the value of gap per dimension, the dimensions that need to be prioritized by the library of USU to be done improvement is the dimension of Empathy.en_US
dc.description.abstractKurangnya kualitas pelayanan menjadi salah satu kendala terhadap kepuasan mahasiswa. Kualitas pelayanan dapat diketahui dengan cara membandingkan pelayanan yang secara nyata diterima dengan pelayanan yang diharapkan mahasiswa. Pada penelitian ini metode yang digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan pelayanan yang diterima dan yang diharapkan mahasiswa adalah metode Fuzzy Service Quality. Metode Fuzzy merupakan metode yang digunakan untuk menyelesaikan masalah dimana deskripsi aktivitas, penelitian dan penilaian bersifat subjektif, tidak pasti dan tidak tepat. Metode Fuzzy dikombinasikan dengan metode Service Quality agar pengukuran persepsi dan harapan dari mahasiswa dapat diukur dengan mudah dan tepat. Dalam Service Quality terdapat lima dimensi yang digunakan untuk menugukur kualitas pelayanan yaitu Penampilan fisik (Tangible), Keandalan (Reliability), Tanggapan (Responsiveness), Kepastian (Assurance) dan Empati (Empathy). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai gap dari kelima dimensi memiliki nilai negatif, artinya kualitas pelayanan belum sesuai dengan yang diharapkan sehingga terjadi ketidakpuasan yang dirasakan mahasiswa. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan yang diberikan pihak perpustakaan perlu melakukan perbaikan, salah satunya pada atribut Fisik (Tangible) 6 dengan pertanyaan ketersediaan dan kemudahan akses internet. Pada nilai gap per dimensi, dimensi yang perlu diprioritaskan oleh pihak Perpustakaan USU untuk dilakukan perbaikan adalah dimensi Empati (Empathy).en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectFuzzyen_US
dc.subjectGapen_US
dc.subjectHarapanen_US
dc.subjectPersepsien_US
dc.subjectService Qualityen_US
dc.titleAnalisis Kepuasan Mahasiswa Terhadap Kualitas Pelayanan Perpustakaan Universitas Sumatera Utara (USU) dengan Metode Fuzzy Service Qualityen_US
dc.typeSkripsi Sarjanaen_US
dc.identifier.nimnipnik150803030


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record