Show simple item record

dc.contributor.advisorUtomo, Budi
dc.contributor.advisorDalimunthe, Afiffudin
dc.contributor.authorNurhalimah
dc.date.accessioned2019-09-14T05:01:23Z
dc.date.available2019-09-14T05:01:23Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/18058
dc.description52 Halamanen_US
dc.description.abstractEceng gondok (Eichornia crassipes)yang tumbuh diperairan danau toba merupakan salah satu alternatif sebagai bahan baku untuk pembuatan pupuk organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja kandungan unsur hara yang terdapat pada tanaman Eceng gondok (Eichhornia crassipes) yang diambil dari Danau Toba. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah dekstruksi basah yaitu proses perombakan logam organik dengan menggunakan asam kuat, baik tunggal maupun campuran, kemudian dioksidasi menggunakan zat oksidator sehingga dihasilkan logam anorganik bebas. Hasil yang didapat dalam pengujian kandungan unsur hara ini menunjukkan bahwa eceng gondok yang diambil dari lima tempat yang berbeda didanau toba memiliki kandungan yang relatif tinggi baik makro maupun mikro sehingga sangat cocok jika dijadikan bahan untuk pembuatan pupuk organik. Perbedaan tempat dalam pengambilan sampel eceng gondok juga sangat berpengaruh dalam proses penyerapan kandungan unsur hara. Adanya penambahan bahan-bahan organik dan anorganik pada setiap tempatnya menjadikan kandungan unsur hara yang beragam baik makro dan mikronya.Masukkan bahan-bahan organik dipengaruhi oleh banyaknya aktivitas manusia yang ada disekitar perairan.en_US
dc.description.abstractEceng gondok (Eichornia crassipes) which grows in the waters of Toba lake is one of the alternative as raw material for making organic fertilizer. This study aims to determine what nutrient content contained in Eceng gondok (Eichhornia crassipes) plant taken from Lake Toba. In this research, the method used is wet decomposition that is the process of organic metal reshuffle by using strong acid, either single or mixture, then oxidized using oxidizing agent to produce free inorganic metal. The results obtained in this nutrient content test showed that water hyacinth extracted from five different places in toba contain high relative content both macro and micro so it is suitable if used as material for making organic fertilizer. Differences place in sampling water hyacinth is also very influential in the process of nutrient content absorption. The addition of organic and inorganic materials in each place makes the nutrient content of a variety both macro and micro. Enter the organic materials are influenced by the number of human activities that exist around the water.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectDanau Tobaen_US
dc.subjectEceng Gondok (Eichornia crassipes)en_US
dc.subjectUnsur Haraen_US
dc.titlePengujian Kandungan Unsur Hara Pada Eceng (Eichornia crassipes) dari Danau Tobaen_US
dc.typeSkripsi Sarjanaen_US
dc.identifier.nimnipnik131201036


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record