Show simple item record

dc.contributor.advisorZulkarnain, Iskandar
dc.contributor.authorPanjaitan, Yossie Gloria
dc.date.accessioned2019-10-08T01:21:33Z
dc.date.available2019-10-08T01:21:33Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/19336
dc.description128 Halamanen_US
dc.description.abstractPenelitian ini berjudul Studi Komparatif Efektivitas Media Sosial Snapchat dan Instagram Stories terhadap Keterbukaan Diri Mahasiswa Universitas Sumatera Utara. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan efektivitas pengungkapan diri mahasiswa Universitas Sumatera Utara pada media sosial. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah komunikasi, self-disclosure, Johari Window, teknologi komunikasi, new media, dan media sosial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian komparatif. Penelitian ini dilakukan di Universitas Sumatera Utara, namun mengingat jumlah populasi yang sangat besar, yang terdiri dari 15 fakultas dan 32.000 mahasiswa, peneliti memilih beberapa fakultas sebagai representatif. Peneliti menggunakan cluster sampling secara purposive dengan memilih 4 (empat) fakultas yang sudah mampu mewakilkan Universitas Sumatera Utara secara keseluruhan. Keempat fakultas tersebut terdiri dari 2 (dua) fakultas prodi eksakta dan 2 (dua) fakultas prodi sosial-humaniora, yaitu Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, dengan total keseluruhan populasi sebanyak 2.360 orang. Pemilihan keempat fakultas tersebut bukan hanya semata-mata untuk mengurangi populasi penelitian, namun peneliti juga melihat berdasarkan keseimbangan penggunaan media sosial Snapchat dan Instagram Stories di kalangan mahasiswa dan mahasiswi di setiap fakultas. Berdasarkan jumlah populasi tersebut, penarikan sampel dilakukan dengan menggunakan teori Taro Yamane dengan presisi 10% dan tingkat kepercayaan 90% dan diperoleh 96 orang responden. Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini adalah cluster sampling, proportionate random sampling, dan purposive sampling. Sampel yang dipilih adalah mahasiswa yang menggunakan dan meng-update Snapchat dan Instagram Stories minimal 1 (satu) kali sehari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang menggambarkan dan menjelaskan suatu masalah dan dapat digeneralisasikan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang terdiri dari 45 pertanyaan. Data yang diperoleh di lapangan dianalisa dengan menggunakan analisa tabel tunggal, analisa tabel silang, dan uji hipotesa dengan Uji F dalam analisis Regresi Linier Berganda dengan menggunakan program SPSS For Windows versi 18.0 sebagai perangkatnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Snapchat lebih unggul dibandingkan dengan Instagram Stories, namun berdasarkan data yang didapatkan Snapchat dan Instagram Stories sama-sama efektif dalam pengungkapan diri mahasiswa.en_US
dc.description.abstractThis study entitled Comparative Study of Effectiveness of Social Media Snapchat and Instagram Stories to Student Self Disclosure of Universitas Sumatera Utara. The aim of this research was to compare the effectiveness of the student self-disclosure of Universitas Sumatera Utara on social media. The theory used in this study were communication, self-disclosure, Johari Window, communication technology, new media, and social media. This study used comparative research methods. This research was conducted at Universitas Sumatera Utara, but due to large number of population, which consists of 15 faculties and more than 32,000 students, researcher chose several faculties as representatives. Researcher used cluster sampling with certain purposes, by selecting 4 (four) faculties which been able to represent Universitas Sumatera Utara as a whole. The selected faculties were Faculty of Medicine (Fakultas Kedokteran), Faculty of Dentistry (Fakultas Kedokteran Gigi), Faculty of Economics and Business (Fakultas Ekonomi dan Bisnis), and Faculty of Social and Political Science (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik), with total population of 2,360 people. The selection to the four faculties were not solely to reduce the population of the research, but also based on the balance of the use of social media Snapchat and Instagram Stories among male and female students in each faculty. Based on the total population, sampling was done by using the theory of Taro Yamane with a precision of 10% and 90% confidence level using population data and generated 96 respondents. Sampling techniques used in this research were cluster sampling, proportionate random sampling, and purposive sampling. The selected samples were students who use and update Snapchat and Instagram Stories at least once a day. This research used a quantitative approach that illustrate and explain a problem and can be generalized. The data collection was done by using a questionnaire consisting of 45 questions. The data gained in the field were analyzed by using single table analysis, cross table analysis, and hypothesis test with F-Test of Multiple Regression Linear by using SPSS for Windows version 18.0 as the device. The results of this research showed that Snapchat is leading over Instagram Stories, but based on the data acquired, both Snapchat and Instagram Snapchat Stories are equally effective in student self-disclosure.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectEfektivitas Media Sosialen_US
dc.subjectSnapchaten_US
dc.subjectInstagram Storiesen_US
dc.subjectSelf-Disclosureen_US
dc.subjectUSUen_US
dc.titleStudi Komparatif Efektivitas Media Sosial Snapchat dan Instagram Stories Terhadap Keterbukaan Diri Mahasiswa Universitas Sumatera Utaraen_US
dc.typeSkripsi Sarjanaen_US
dc.identifier.nimnipnik130904149


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record