Show simple item record

dc.contributor.advisorSilalahi, Roswita
dc.contributor.advisorLubis, Syahron
dc.contributor.authorAfdal, Taufik
dc.date.accessioned2019-10-09T06:34:01Z
dc.date.available2019-10-09T06:34:01Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/19412
dc.description210 Halamanen_US
dc.description.abstractThis research aims to (1) describe translator’s process in post-editing machine translated tourism text, (2) analyze post-editing strategies applied by professional translator, (3) elaborate on external online resources consulted by translator during the process of post-editing. This research is a descriptive and qualitative study. The data source of this research are texts derived from www.lonelyplanet.com. The texts’ complexity and readibility level are measured using lexile measure, SMOG, Flesch Kincaid, and ATOS level. While the data of this research are worksheet and screen video recording. In order to gain the former data, Translog II software is used. While in order to gain the latter data, Camtasia Studio 8 application is used. The participant in this research is an Indonesian professional translator. The recordings of the two applications show that the translator’s process was to read source text and google translated text and compared them, to check syntactic and semantic errors on words/phrase level, to correct translation errors, and to revise errors on sentence level. While the strategies in post-editing google translated tourism text are semantic correction of 28 times (49,12%), adding words 19 times (33,3%), grammar correction of 6 times (10,52%), words deletion 4 times (7,01%), and paraphrasing two times (3,5%). In meantime, the external online resources consulted by the translator are Google translate 23 times (44,2%), Google Search 10 times (19,2%), thesaurus 5 times (9,61%), Indonesian version and English version of wikipedia 4 times (7,69%), KBBI daring 2 times (3,84%), dictionary.com 3 times (5,76%), kateglo 2 times (3,84%), Google Books online 3 times (5,76%). It is concluded that the specific strategies in post-editing google translated tourism text from English into Indonesian or vice versa are: 1) to check for correct use of cultural terms through wikipedia by comparing its English version and Indonesian version as well as through Google Search, 2) to check for meaning equivalence and correct spelling by referring to two monolingual online dictionaries (kbbi online and dictionary.com); two online theasurus (Indonesia thesaurus: kateglo.com and English theasurus: thesaurus.com), as well as online bilingual dictionary (Google Translate) and other useful online references.en_US
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan proses penyuntingan akhir teks pariwisata terjemahan Google oleh penerjemah profesional, (2) menganalisis strategi penyuntingan akhir yang diterapkan penerjemah profesional, dan (3) menguraikan sumber eksternal online yang dirujuk penerjemah selama proses penyuntingan akhir. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif sehingga subjek penelitian yang berjumlah satu orang dianggap dapat mewakili. Sumber data dalam penelitian ini adalah laman web www.lonelyplanet.com. Tingkat kompleksitas dan tingkat keterbacaan teks yang terdapat dalam laman web tersebut diukur menggunakan Lexile Measure, SMOG, Flesch Kincaid, dan ATOS. Data dalam penelitian ini adalah worksheet dan rekaman penggunaan komputer dalam bentuk video. Data berupa worksheet dikumpulkan menggunakan aplikasi Translog II sementara data berupa rekaman video dikumpulkan menggunakan aplikasi Camtasia Studio 8. Subjek penelitian ini adalah seorang penerjemah profesional Indonesia. Hasil rekaman kedua aplikasi tersebut menunjukkan bahwa proses yang dilakukan penerjemah antara lain: memperbaiki kesalahan terjemahan, dan merevisi perbaikan yang dilakukan per frasa dan per kalimat. Adapun strategi penyuntingan akhir teks pariwisata yang dilakukan penerjemah adalah memperbaiki makna sebanyak 28 kali (49,12%), menambahkan 19 kata (33,3%), memperbaiki tata bahasa sebanyak 6 kali (10,52%), menghapus sebanyak 4 kata (7,01%), dan memparafrase sebanyak 2 kali (3,5%). Sementara sumber eksternal online yang dirujuk oleh penerjemah adalah Google Translate sebanyak 23 kali (44,2%), Google Search sebanyak 10 kali (19,2%), Thesaurus online sebanyak 5 kali (9,61%), dan wikipedia versi bahasa Inggris dan bahasa Indonesia sebanyak 4 kali (7,69%), KBBI daring sebanyak 2 kali (3,84%), dictionary.com sebanyak 3 kali (5,76%), kateglo sebanyak 2 kali (3,84%), Google Books online sebanyak 3 kali (5,76%). Dapat disimpulkan bahwa strategi menyunting akhir teks pariwisata dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia atau sebaliknya secara spesifik adalah: 1) memeriksa penggunaan terminologi budaya yang tepat melalui Wikipedia dengan membandingkan isi Wikipedia versi bahasa Indonesia dan versi bahasa Inggris serta melalui Google Search, 2) memeriksa kesepadanan makna dan ejaan yang tepat dengan merujuk pada: dua kamus online monolingual (Kamus online bahasa Indonesia (kbbi online) dan kamus online bahasa Inggris (dictionary.com)); dua tesaurus online (kamus dan tesaurus Bahasa Indonesia online (kateglo.com) dan tesaurus bahasa Inggris online (thesaurus.com)), serta kamus online bilingual (Google Translate), serta menggunakan referensi online lainnya.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectProses Penyuntingan Akhiren_US
dc.subjectTerjemahan Googleen_US
dc.subjectMesin Penerjemahen_US
dc.subjectSumber Eskternal Onlineen_US
dc.titleStrategi Penyuntingan Akhir Teks Pariwisata Terjemahan Googleen_US
dc.typeTesis Magisteren_US
dc.identifier.nimnipnik147009014


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record