Show simple item record

dc.contributor.advisorLubis, Syahron
dc.contributor.advisorMono, Umar
dc.contributor.authorHarahap, Nova Jayanti
dc.date.accessioned2019-10-09T06:48:59Z
dc.date.available2019-10-09T06:48:59Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/19416
dc.description150 Halamanen_US
dc.description.abstractThis study is focused on the non-equivalence and strategies dealing with improving the non-equivalence based on Baker’s theory in the film subtitle of Me Before You in Bahasa Indonesia. The objectives of the study were to find types of non-equivalences and to use the suitable strategies dealing with those non-equivalences. This study uses descriptive qualitative method with the technique of analysis as proposed by Miles, Huberman and Saldana. The results of this study were, firstly, there were 35 non-equivalences found in the film subtitle of Me Before You. The specific findings were the type of non-equivalence the source language word was semantically complex 16 times (45,71%), the source and target languages make different distinctions in meaning 5 times (14,28%), the target language lacks specific term (hyponym) 5 times (14,28%), the use of loan words in the source text 5 times (14,28%), the source language concept is not lexicalized in the target language 2 times (5,71%), Culture-specific concepts once (2,85%), different in expressive meaning once (2,85%). The other four of non-equivalences were not found. They were different in physical or interpersonal perspective, the target language lacks a superordinate, different in form and different in frequency & purpose of using specific forms. Secondly, strategies used dealing with the non-equivalence were translation by cultural substitution namely 22 times (62,85%), translation by using a loan word or a loan word plus explanation 10 times (28,57%), translation by paraphrase by a related word only once (2,85%), Translation by a more neutral/less expressive word only once (2,85%), Translation by a more general word (superordinate) also only once (2,85%). The other three of non-equivalences strategies were not found. They were Translation by paraphrase by a unrelated word, Translation by omission and Translation by illustration.en_US
dc.description.abstractPenelitian ini difokuskan pada ketidaksepadanan makna dan strategi memperbaiki ketidaksepadanan makna. Tujuan penelitian adalah menemukan jenis-jenis ketidaksepadanan makna dan menggunakan strategi yang dapat memperbaiki ketidaksepadanan makna yang ditemukan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama ditemukan sebanyak 35 ketidaksepadanan makna pada ujaran film Me Before You dalam subtitle berbahasa Indonesia yaitu jenis kata Bsu memiliki makna kompleks yaitu sebanyak 16 temuan (45,71%), jenis perbedaan makna kata Bsu dan Bsa sebanyak 5 temuan (14,28%), jenis tidak adanya kata-kata khusus dalam Bsa 5 temuan (14,28%), jenis penggunaan bahasa serapan di Bsu sebanyak 5 temuan (14,28%), jenis tidak adanya padanan kata pada Bsa sebanyak 2 temuan (5,71%), jenis perbedaan budaya tertentu dan spesifik sebanyak 1 temuan (2,85%) dan jenis perbedaan makna ekspresif 1 temuan (2,85%). Empat jenis ketidaksepadanan makna lainnya tidak digunakan dalam penerjemahan subtitle film yaitu jenis perbedaan perspektif, jenis ketiadaan kata-kata umum dalam Bsa, perbedaan bentuk struktur kata, jenis perbedaan dalam frekuensi dan tujuan penggunaan struktur kata tertentu. Kedua, strategi yang dapat digunakan untuk memperbaiki ketidaksepadanan makna agar maknanya sepadan adalah strategi terjemahan dengan menyesuaikan/mengadaptasi budaya Bsa yaitu sebanyak 22 kali (62,85%), strategi terjemahan dengan menggunakan bahasa serapan disertai penjelasan sebanyak 10 kali (28,57%), strategi terjemahan dengan cara memparafrase/mengarang ulang dengan menggunakan kata terkait hanya digunakan 1 kali (2,85%), strategi terjemahan dengan menggunakan kata-kata netral/tidak memicu emosional 1 kali (2,85%) dan strategi terjemahan dengan menggunakan kata-kata umum juga digunakan 1 kali (2,85%). Tiga strategi ketidaksepadanan makna lainnya tidak digunakan yaitu strategi terjemahan dengan cara memparafrase/mengarang ulang dengan menggunakan kata tidak terkait, terjemahan dengan cara menghilangkan, dan Terjemahan dengan cara ilustrasi.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectKetidaksepadanan Maknaen_US
dc.subjectStrategi Terjemahanen_US
dc.subjectSubtitle Filmen_US
dc.titleKetidaksepadanan Makna pada Subtitle Film Me Before You dalam Bahasa Indonesiaen_US
dc.typeTesis Magisteren_US
dc.identifier.nimnipnik147009046


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record