Show simple item record

dc.contributor.advisorDeliana
dc.contributor.advisorNurlela
dc.contributor.authorNasution, Sari Suti Handalanta
dc.date.accessioned2019-10-09T06:51:41Z
dc.date.available2019-10-09T06:51:41Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/19417
dc.description159 Halamanen_US
dc.description.abstractThis research analyzes representation of grammatical devices, the level of topic continuity, the degree of topic continuity in translated text of Javanese folklore named Serat Dewi Maleka. The goal of this study to describe topic continuity of fifth pronouns; zero-anaphore, third-person, possessive pronoun, definite pronoun and indefinite pronouns in translated text of Javanese folklore named Serat Dewi Maleka so that the content and purpose of the text can be understood. Research used qualitative-descriptive methods. Research data was gramatical device of all clauses in text book translation of Javanese folklore named Serat Dewi Maleka. Collecting data used documentation method with note-taking technique. Analyzing data used with fourth process; collecting data, data condensation, data display, verify and conclusion.The results were representation of topic continuity in each topic shows that zero-anaphore was the most continuous topic and indefinite pronoun was the less continuous topic, 2) Level all topic of continuous topic has less continuous, and the highest degree of topic hierarchy are started from zero-anaphore, thir person pronoun, possessive pronoun, definite pronoun and the lowest hierarchy is indefinite pronoun. Conclusion shows translated text of Javanese folklore named Serat Dewi Maleka has low continuity.en_US
dc.description.abstractPenelitian ini menganalisis representasi perangkat gramatikal, tingkat kesinambungan keseluruhan topik, dan derajat kesinambungan topik pada teks terjemahan cerita rakyat Jawa Serat Dewi Maleka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesinambungan topik berupa perangkat gramatikal; anafora kosong, pronomina orang ketiga, pronomina posesif, frasa nomina definit dan frasa nomina indefinit agar isi dan tujuan pada teks tersebut dapat lebih mudah dipahami. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif-kualitatif. Data penelitian ini adalah perangkat gramatikal yang terdapat di dalam klausa pada buku teks terjemahan cerita rakyat Jawa Serat Dewi Maleka. Metode pengumpulan data adalah dokumentasi dengan teknik baca catat. Analisis data menggunakan empat tahapan, yaitu koleksi data, kondensasi data, penyajian data, dan verifikasi dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan 1) representasi masing-masing perangkat gramatikal, anafora kosong memiliki tingkat kesinambungan topik yang paling tinggi dan frasa nomina indefinit memiliki tingkat kesinambungan yang paling rendah. 2) Tingkat kesinambungan topik perangkat gramatikal secara keseluruhan memiliki kesinambungan cukup rendah. 3) Derajat kesinambungan tertinggi (hirarki paling atas) dimulai dari anafora kosong, pronomina orang ketiga, pronomina posesif, frasa nomina definit dan terakhir (hirarki paling bawah) frasa nomina indefinit. Dapat disimpulkan bahwa teks terjemahan cerita rakyat Jawa Serat Dewi Maleka memiliki kesinambungan cukup rendah atau sulit untuk dipahami.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectKesinambungan Topiken_US
dc.subjectPerangkat Gramatikalen_US
dc.subjectTeks Terjemahanen_US
dc.titleKesinambungan Topik Teks Terjemahan Cerita Rakyat Jawa Serat Dewi Malekaen_US
dc.typeTesis Magisteren_US
dc.identifier.nimnipnik157009015


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record