Show simple item record

dc.contributor.advisorDeliana
dc.contributor.advisorKahar, Irawaty
dc.contributor.authorYunistita
dc.date.accessioned2019-10-09T06:56:29Z
dc.date.available2019-10-09T06:56:29Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/19418
dc.description156 Halamanen_US
dc.description.abstractThis thesis deals with a study of the grammatical devices, such as zero-anaphora, third-person pronoun, possessive pronoun, definite pronoun, and indefinite pronoun which are found in the text of Karo Folklores entitled Terjadina Pertek-Tekken. The objectives of this research are to (1) describe the results of each grammatical device measurement found in Terjadina Pertek-Tekken Folklores; (2) describe the level of topic continuity in Terjadina Pertek-Tekken Folklores; (3) describe the degree of topic continuity in Terjadina Pertek-Tekken Folklores. The method used in this study is quantitative-descriptive method. The data is collected using documentation and note-taking method. The analysis unit is the texts of 1254 clauses with 1344 topics. This research used the topic continuity theory. The results of the research show that (1) third- person pronoun has the highest topic continuity and definite pronoun has the lowest topic continuity; (2) the degree of the topic continuity listed from the highest to the lowest is the third-person pronoun (the highest), possessive pronoun, zero-anaphor, indefinite pronoun, and lastly (the lowest) the definite pronoun.en_US
dc.description.abstractTesis ini berhubungan dengan perangkat-perangkat gramatikal, seperti anafora kosong, pronomina orang ketiga, pronomina posesif, pronomina takrif dan pronomina tak takrif yang terdapat dalam teks Cerita Rakyat Karo, yang berjudul Terjadina Pertek-Tekken. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) hasil pengukuran setiap bentuk perangkat gramatikal yang terdapat dalam cerita rakyat Terjadina Pertek-Tekken; (2) tingkat kesinambungan topik dalam cerita rakyat Terjadina Pertek-Tekken; 3) derajat kesinambungan topik dalam cerita rakyat Terjadina Pertek-Tekken. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif-kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dan teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca-catat, unit analisis adalah teks dengan jumlah klausa 1254 yang mencakup 1344 topik. Tesis ini menggunakan pendekatan teori kesinambungan topik. Temuan menunjukkan 1) pronomina orang ketiga memiliki tingkat kesinambungan topik yang paling tinggi dan pronomina takrif memiliki tingkat kesinambungan topik yang paling rendah, 2) derajat kesinambungan topik tertinggi (hirarki paling atas) dimulai dari pronomina orang ketiga, pronomina posesif, pronomina kosong, pronomina tak takrif dan terakhir (hirarki paling bawah) pronomina takrif.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectKesinambungan Topiken_US
dc.subjectPerangkat Gramatikalen_US
dc.subjectDerajat Kesinambungan Topiken_US
dc.titleKesinambungan Topik pada Cerita Rakyat Karo Terjadina Pertek-Tekkenen_US
dc.typeTesis Magisteren_US
dc.identifier.nimnipnik157009022


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record