Show simple item record

dc.contributor.advisorPurba, Amir
dc.contributor.advisorTukiman
dc.contributor.authorWardani, Fina Kusuma
dc.date.accessioned2019-10-11T12:13:13Z
dc.date.available2019-10-11T12:13:13Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/19555
dc.description177 Halamanen_US
dc.description.abstractPre-menstruation syndrome is the problem undergone by most women prior to their menstruation. Family and school communication plays an important role in providing correct information for female teenagers in order that they know about pre-menstruation syndrome and can reduce its symptom. The objective of the research was to find out the correlation of family and school communication in female teenagers with their knowledge of PMS (pre-menstruation syndrome) at SMPN 1, Tanjung Morawa. The research was a survey with cross sectional design. The population was 132 Grade VII female students who had menstruation, and 108 of them who met the inclusive and exclusive criteria were used as the samples. The data were gathered by using questionnaires and processed by using chi square test and multiple logistic regression analysis. The result of the research showed that there was the correlation of family communication (transparency, empathy, positive attitude, and equality) and school communication (transparency and equality) with female teenagers’ knowledge of premenstruation syndrome. The variable which had the most dominant influence was transparency in school communication (p= 0.009) at the value of Exp β 4.018. It is suggested that the school management, especially teachers, friends, and peers in PIK-R program consider the aspects of transparency, empathy, positive attitude, supporting attitude, and equality in doing interpersonal communication or in implementing guidance and counseling for female teenagers.en_US
dc.description.abstractPre menstruasi sindrom merupakan masalah yang cukup banyak dikeluhkan atau dialami wanita menjelang masa menstruasinya. Komunikasi keluarga dan sekolah memegang peranan penting dalam memberikan informasi yang benar kepada remaja puteri sehingga remaja puteri mengetahui mengenai pre menstruasi sindrom dan dapat mengurangi gejala pre menstruasi sindrom. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuihubungan komunikasikeluargadansekolahremajaputeridenganpengetahuantentangPre Menstruasi Sindrom (PMS) di SMPN 1 TanjungMorawa. Metode yang digunakan yaitu penelitian survei dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruhsiswikelas VII yang telahmendapatkanmenstruasiyaitu132 siswi, dan diperoleh sampel berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yaitu 108 siswi. Alat ukur menggunakan kuesioner, dan data diolah serta di analisis menggunakan uji chi square dan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan komunikasi keluarga (keterbukaan, empati, sikap positif, kesetaraan) dan komunikasi sekolah (keterbukaan dan kesetaraan) dengan pengetahuan remaja puteri tentang pre menstruasi sindrom. Variabel yang paling dominan adalah keterbukaan pada komunikasi sekolah (p=0,009) dan nilai Exp.B adalah 4,018. Disarankan bagi sekolah khususnya guru, teman dan pendidik sebaya dalam program PIK-R untuk lebih meningkatkan efektifitas komunikasi interpersonal dengan mempertimbangkan aspek keterbukaan, empati, sikap positif, sikap mendukung, dan kesetaraan/ kesamaan dalam melakukan komunikasi interpersonal ataupun pelaksaanaan bimbingan dan konseling bagi remaja puteri.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectKomunikasi Keluargaen_US
dc.subjectSekolahen_US
dc.subjectPengetahuanen_US
dc.subjectPre Menstruasi Sindromen_US
dc.titleHubungan Komunikasi Keluarga dan Sekolah Remaja Puteri dengan Pengetahuan Tentang Pre- Menstruasi Sindrom (PMS) di SMPN 1 Tanjung Morawa Tahun 2016en_US
dc.typeTesis Magisteren_US
dc.identifier.nimnipnik147032120


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record