Show simple item record

dc.contributor.advisorAdnan, Adlin
dc.contributor.advisorSitorus, Mega Sari
dc.contributor.authorAurelia, Farah Hutri
dc.date.accessioned2019-11-19T03:36:35Z
dc.date.available2019-11-19T03:36:35Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/20672
dc.description61 Halamanen_US
dc.description.abstractAngiofibroma nasopharynx is often called juvenile nasopharyngeal angiofibroma is a benign tumor that found in the nasopharynx, this tumor often found in young men between the ages of 14-25 years and is estimated to only 0.05% of all benign tumors in the head and neck. Angiofibroma nasopharyngeal tumors are relatively uncommon. The frequency is 1: 5000-1:60,000 of ENT patients. This study aimed to determine the incidence and profile of patients with angiofibroma nasopharyngeal in RSUP HAM 2011-2015. This study is a descriptive cross sectional study design. Population and sample in this study was all patients with nasopharyngeal angiofibroma that were treated at the RSUP HAM in 2011-2015. Data were obtained from medical records subsequently processed using statistical processing application and made in to table. the number of samples is 18 people. The age group with the highest prevalence were age 11-15 years (66.7%). patients with nasopharyngeal angiofibroma predominantly male gender (94.4%). Stadium of most the patients are stage II (55.6%), based on the location of the tumor the most common location in people is the nasopharynx (100%) and nasal cavity (88.9%). For most types of treatment which is performed with the surgical technique degloving midfacial (72.7%). Based on the data obtained the number of cases of nasopharyngeal angiofibroma were 18 cases in 5 years (2011-2015).en_US
dc.description.abstractAngiofibroma nasofaring yang sering juga disebut dengan juvenile nasopharyngeal angiofibroma merupakan tumor jinak yang sering ditemukan di nasofaring, tumor ini sering ditemukan pada remaja pria berusia antara 14-25 tahun dan diperkirakan hanya 0.05 % dari semua tumor jinak yang ada di kepala dan leher. Angiofibroma nasofaring merupakan tumor yang relatif jarang ditemukan. Frekuensinya 1 : 5.000 – 1 : 60.000 dari pasien THT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kejadian dan profil penderita angiofibroma di RSUP HAM tahun 2011-2015. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah seluruh penderita angiofibroma nasofaring yang dirawat di RSUP HAM tahun 2011-2015. Data yang diperoleh dari rekam medis selanjutnya diolah menggunakan aplikasi pengolah statistik dan dituangkan kedalam tabel. Ditemukan jumlah sampel adalah 18 orang. Kelompok usia dengan prevalensi tertinggi adalah usia 11-15 tahun (66,7%). penderita angiofibroma nasofaring didominasi jenis kelamin laki-laki (94,4%). Stadium terbanyak penderita adalah stadium II (55,6%), berdasarkan lokasi tumor dan penjalarannya lokasi terbanyak pada penderita adalah nasofaring(100%) dan rongga hidung (88,9%). Untuk jenis pengobatan yang terbanyak dilakukan adalah dengan teknik operasi degloving midfasial ( 72,7%). Ditemukan jumlah kasus angiofibroma nasofaring sebanyak 18 kasus dalam kurun waktu 5 tahun (2011-2015).en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectNasofaringen_US
dc.subjectAngiofibroma Nasofaringen_US
dc.subjectUsiaen_US
dc.subjectJenis Kelaminen_US
dc.subjectOperasien_US
dc.titleProfil Penderita Angiofibroma Nasofaring di RSUP H. Adam Malik Periode 2011 - 2015en_US
dc.typeSkripsi Sarjanaen_US
dc.identifier.nimnipnik130100389


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record