Show simple item record

dc.contributor.advisorRustam
dc.contributor.authorDaulay, Maulidya Aini
dc.date.accessioned2019-11-20T10:49:26Z
dc.date.available2019-11-20T10:49:26Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/20818
dc.description62 Halamanen_US
dc.description.abstractTenaga kerja merupakan titik penting dalam perusahaan karena tenaga kerja adalah penggerakkan utama yang menjalankan kebijakan perusahaan termasuk didalamnya mengambil keputusan, mengolah bahan mentah menjadi produk yang dapat dikonsumsi serta memberikan jasa yang baik kepada pelanggan dan masyarakat, hal ini berarti factor tenaga kerja merupakan masalah yang kompleks sehingga diperlukan usaha untuk memelihara dan mengembangkannya agar dapat bekerja sesuai dengan yang diharapkan perusahaan. Suatu perusahaan dapat dikatakan baik apabila tenaga kerja didalamnya memiliki kompetensi serta professional dalam menjalankan tugas yang dilimpahkan kepadanya. Dalam rotasi dunia kerja di Indonesia pada saat ini sedikit banyaknya telah berpengaruh terhadap iklim ketenaga-kerjaan. Saat ini para tenaga kerja dituntut untuk lebih giat dan teliti serta memiliki keahlian dalam bidang yang mereka jalani. Berbicara mengenai tenaga kerja maka tidak lepas dari masalah gaji dan upah karena gaji dan upah merupakan pembayaran perusahaan kepada tenaga kerja sebagai imbalan atas jasa yang telah diberikan. Gaji dan upah merupakan kewajiban bagi perusahaan kepada staff dan para pegawainya. Tanpa adanya gaji dan upah maka tenaga kerja tidak akan bekerja sesuai harapan perusahaan. Jumlah gaji dan upah yang diberikan perusahaan berdasarkan jabatan tenaga kerja tersebut dalam perusahaan. Mengingat masalah gaji dan upah adalah maslah yang sangat sensitive, maka tidak mudah bagi suatu perusahaan atau kantor menetapkan gaji para staff dan pegawainya. Jika tenaga kerja merasa bahwa perusahaan tidak cukup bijaksana dan tidak memperhatikan gaji dan upah mereka, maka mereka dapat mengadakan kegiatan – kegiatan yang terkadang bertentangan dengan ketentuan – ketentuan perusahaan dan dapat merugikan perusahaan sehingga operasional perusahaan terhalang misalnya, mogok kerja atau unjuk rasa, mengurangi kegiatan kerjanya, meminta berhenti kerjanya, meminta berhenti kerja dan lain – lain. Adanya penetapan tentang peraturan yang berhubungan dengan penggajian dari pemerintah akan membuat perusahaan/instansi akan lebih memperhatikan penentuan tarif gaji dan upah sehingga dapat menghindari kemungkinan terjadinya penyelewengan. Khususnya perusahaan yang mempunyai tenaga kerja dalam jumlah yang besar, maka pembayaran gaji didalamnya harus diawasi. Walaupun demikian masih saja sering terjadi kecurangan – kecurangan dalam penetapan sampai pendistribusian gaji dan upah. Untuk mengatasi hal ini setiap perusahaan harus mempunyai sistem akuntansi penggajian.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectPenggajian Pegawaien_US
dc.subjectFakultas Ekonomi dan Bisnisen_US
dc.subjectUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.titleSistem Akuntansi Penggajian Pegawai pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utaraen_US
dc.typeKertas Karya Diplomaen_US
dc.identifier.nimnipnik132102051


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record