Show simple item record

dc.contributor.advisorSiregar, Hasan Sakti
dc.contributor.authorSailendra, Satya
dc.date.accessioned2019-11-21T01:51:40Z
dc.date.available2019-11-21T01:51:40Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/20830
dc.description60 Halamanen_US
dc.description.abstractTenaga kerja merupakan titik penting dalam perusahaan karena tenaga kerja adalah penggerak utama yang menjalankan kebijakan perusahaan termasuk didalamnya mengambil keputusan mengolah bahan mentah menjadi produk yang dapat dikonsumsi serta memberikan jasa yang baik kepada pelanggan dan masyarakat, hal ini berarti faktor tenaga kerja merupakan masalah yang kompleks sehingga diperlukan usaha untuk memelihata dan mengembangkannya agar dapat bekerja sesuai dengan yang diharapkan perusahaan. Suatu perusahaan dapat dikatakan baik apabila tenaga kerja didalamnya memiliki kompetensi serta profesional dalam menjalankan tugas yang dilimpahkan kepadanya. Selain itu dibutuhkan kerjasama tim antara pegawai dengan atasan sehingga tercipta hasil pekerjaan yang baik dan memuaskan. Dalam rotasi dunia kerja di Indonesia pada saat ini sedikit banyaknya telah berpengaruh terhadap iklim ketenaga-kerjaan. Saat ini dalam dunia bisnis, para tenaga kerja dituntut untuk lebih giat dan teliti serta memiliki keahlian dalam bidang yang mereka jalani. Berbicara mengenai tenaga kerja maka tidak dilepas dari masalah gaji dan upah karena gaji dan upah merupakan pembayaran perusahaan kepada tenaga kerja sebagai imbalan atas jasa yang telah diberikan. Gaji dan upah juga merupakan kewajiban bagi perusahaan kepada staff dan para pegawainya. Tanpa adanya gaji dan upah maka tenaga kerja tidak akan bekerja sesuai harapan perusahaan. Jumlah gaji dan upah yang diberikan perusahaan berdasarkan jabatan tenaga kerja tersebut dalam perusahaan. Mengingat masalah gaji dan upah adalah masalah yang sensitif, maka tidak mudah bagi suatu perusahaan atau kantor menetapkan gaji para staff dan pegawainya. Jika tenaga kerja merasa bahwa perusahan tidak cukup bijaksana dan tidak memperhatikan gaji dan upah mereka, maka mereka dapat mengadakan kegiatan-kegiatan yang terkadang bertentangan dengan ketentuan-ketentuan perusahaan dan dapat merugikan perusahaan sehingga operasional perusahaan terhalang. Misalnya mogok kerja atau unjuk rasa, mengurangi kegiatan kerjanya, meminta berhenti kerja, dan lain-lain.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectPengendalianen_US
dc.subjectInternalen_US
dc.subjectGaji dan Upahen_US
dc.titleSistem Pengendalian Internal Gaji dan Upah pada PT Socfin Indonesiaen_US
dc.typeKertas Karya Diplomaen_US
dc.identifier.nimnipnik132102118


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record