Show simple item record

dc.contributor.advisorSitorus, Tulus Burhanuddin
dc.contributor.authorTannady, Anthony
dc.date.accessioned2019-11-21T04:59:09Z
dc.date.available2019-11-21T04:59:09Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/20887
dc.description102 Halamanen_US
dc.description.abstractSolar Energy is the biggest energy on the earth, solar enegy in Indonesia can be utilized for variety of things. Based on solar radiation data collected from 18 locations in Indonesia, solar radiation for West Indonesia area has reached 4,5 kWh/m2 /day with monthly variation about 10%, while East Indonesia area has reached about 5,1 kWh/m2 /day with monthly variation about 9%. Therefore, the solar energy can be utilized as the main source of energy for the adsorption refrigeration cycle cooling machine to produce cooling effect. The simulation object of this research is evaporator, which simulated with Ansys 15.0 and modeled with 3D CAD software. Evaporator is filled with 5 litres of methanol, and 6 liters of chilled water. This simulation simulated 30 minutes of desorption which start from 5.30 p.m to 6.00 p.m GMT+7 actual research time. The lowest chilled water temperature get from this simulation is about 19,79 ℃ at 12665 Pa pressure, and have an error presentage about 7,21% compared with the actual experiment. Theoretical efficiency of the evaporator is about 57,292% and have an error presentage about 5,21% compared with the actual experiment. Coefficient of Preformance from this cycle is 0,039.en_US
dc.description.abstractEnergi surya merupakan energi terbesar di muka bumi, di Indonesia sendiri energi surya dapat dimanfaatkan ke berbagai hal. Berdasarkan data penyinaran matahari yang dihimpun dari 18 lokasi di Indonesia, radiasi surya di Indonesia untuk Kawasan Barat Indonesia (KBI) mencapai 4,5 kWh/m2 /hari dengan variasi bulanan sekitar 10%, sementara itu untuk Kawasan Timur Indonesia (KTI) sekitar 5,1 kWh/m2 /hari dengan variasi bulanan sekitar 9%. Dengan demikian Energi surya tersebut dimanfaatkan sebagai sumber energi utama pada mesin pendingin siklus adsorpsi untuk menghasilkan efek pendinginan. Objek simulasi pada penelitian ini adalah evaporator dengan menggunakan software ansys 15.0 dan dimodelkan dengan software 3D CAD. Evaporator diisi dengan 5 liter metanol dan air yang akan didinginkan adalah sebanyak 6 liter. Simulasi dilakukan selama 30 menit awal prosess desorpsi yaitu dari jam 17.30 WIB sampai 18.00 WIB waktu aktual pengujian. Hasil simulasi yang didapat adalah temperatur air terendah yang dapat pada adalah sebesar 19,79 ℃ tekanan 12665 Pa, dengan ralat sebesar 7,21% dari hasil praktek. Efisiensi evaporator yang dihitung secara teoritis adalah sebesar 57,292% dan memiliki ralat terhadap praktek adalah sebesar 5,21%. Koefisien preformansi siklus secara teoritis adalah sebesar 0,039.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectEnergi Suryaen_US
dc.subjectMesin Pendinginen_US
dc.subjectAdsorpsien_US
dc.subjectEvaporatoren_US
dc.subject3Den_US
dc.subjectSimulasien_US
dc.titleAnalisa Komponen Evaporator Mesin Pendingin Adsorpsi dengan Menggunakan Simulasi 3Den_US
dc.typeSkripsi Sarjanaen_US
dc.identifier.nimnipnik110401139


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record