Show simple item record

dc.contributor.advisorHumaizi
dc.contributor.advisorZulkarnain, Iskandar
dc.contributor.authorRinaldi, Revi
dc.date.accessioned2019-11-25T07:44:49Z
dc.date.available2019-11-25T07:44:49Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/21149
dc.description276 Halamanen_US
dc.description.abstractPenelitian ini berjudul efektivitas komunikasi antarpribadi pasangan suami istri Pegawai negeri sipil Kabupaten Aceh Tamiang dalam membangun budaya anti korupsi yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas komunikasi antarpribadi pasangan suami istri serta untuk mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambatnya. Subjek penelitiannya adalah pasangan suami istri yang keduanya atau salah satunya berprofesi sebagai Pegawai negeri sipil. Efektivitas komunikasi pasangan suami istri tersebut dievaluasi berdasarkan beberapa hal yang dianggap penting dalam berkomunikasi yaitu sikap hormat (respect), empati (empathy), pesan yangdapat dipahami (audible), kejelasan atau keterbukaan (clarity), rendah hati (humble). Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 7 (tujuh) pasang suami istri. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi non-partisipan serta studi dokumen yang dilanjutkan dengan analisis data interaktif yang dimulai dengan penyederhanaan data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan pasangan suami istri yang keduanya bekerja sebagai Pegawai negeri sipil dapat berkomunikasi lebih efektif. Sedangkan pasangan yang salah satunya bekerja sebagai Pegawai negeri sipil berkomunikasi kurang efektif. Adapun faktor-faktor pendukung komunikasi efektif pada pasangan suami istri dari sudut pandang komunikator adanya kredibilitas, kemampuan intelektual, integritas dan keterpaduan, kepekaan sosial dan kematangan emosional. Dari sudut pandang komunikan adanya pengetahuan yang luas. Sedangkan dari sudut pandang pesan adanya kemampuan pasangan suami istri dalam merancang dan menyampaikan pesan yang memuat informasi praktis, fakta dan rekomendasi. Sementara penghambatnya adalah verbalistis dan perbedaan persepsi. Selain itu pasangan suami istri dalam penelitian ini sepakat menyatakan bahwa komunikasi antarpribadi sangat berperan penting dalam membangun budaya anti korupsi.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectEfektivitas Komunikasi Antarpribadien_US
dc.subjectBudaya Anti Korupsien_US
dc.subjectPegawai negeri sipilen_US
dc.subjectSuami Istrien_US
dc.titleEfektivitas Komunikasi Antarpribadi Pasangan Suami Istri Pegawai Negeri Sipil Kabupaten Aceh Tamiang dalam Membangun Budaya Anti-Korupsien_US
dc.typeTesis Magisteren_US
dc.identifier.nimnipnik177045036


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record