Show simple item record

dc.contributor.advisorSitumorang, Hamzon
dc.contributor.advisorSurbakti, Asmyta
dc.contributor.authorTarigan, Immanuel
dc.date.accessioned2019-12-03T09:11:10Z
dc.date.available2019-12-03T09:11:10Z
dc.date.issued2014
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/21548
dc.description92 Halamanen_US
dc.description.abstractThis study is the “cawir metua” on procession “njujung tinembu” death ceremonial on Panribuan Karo people in the village. District Doloksilau, Simalungun District, North Sumatera Province in terms of semiotic studies. The traditional ceremony is a manifestation of the culture of death that is inherited from ancestors from generation to generation among the people in the village karo Panribuan. The traditional ceremony of death is one of the ancestors of cultural heritage, which until now is still found in the entirew country, usually in the manifestations attributed to things that are religious. Culture is a whole system of ideas or activities and the work of human life in order to serve the people who belong to human beings by learning. All human action is culture due to perform an action has learning process. The basic method used in this thesis is a descriptive method. Descriptive method can be interpreted as a problem-solving procedure was investigated by describing/ depicting the state of the object/ subject of research (somebody, institutions, societies, etc.) at the present time based on the facts as they appear. The results of the field study showed that the funeral ceremony and have the sign tht shows the meaning of one‟s status and position in both the familial bond and also in custom detailing activities.en_US
dc.description.abstractPenelitian ini merupakan penelitian “cawir metua” tentang prosesi “njujung tinembu” upacara adat kematian pada masyarakat Karo di Desa Panribuan, Kecamatan Doloksilau, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara yang ditinjau dari kajian semiotik. Upacara adat kematian merupakan suatu wujud budaya yang diwariskan oleh nenek moyang secara turun temurun dikalangan masyarakat karo yang berada di Desa Panribuan. Upacara adat kematian merupakan salah satu warisan budaya nenek moyang, yang hingga sekarang masih dijumpai di seluruh pelosok tanah air, biasanya di dalam perwujudanyan dikaitkan pada hal-hal yang bersifat religious. Menurut Koentjaraningrat (1971), kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan atau aktifitas dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar. Semua tindakan manusia adalah kebudayaan kerena untuk melakukan suatu tindakan memiliki proses pembelajaran. Metode dasar yang digunakan dalam tesis ini adalah metode deskriptif. Metode Deskriptif dapat diartikan sebagai prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan/melukiskan keadaan objek/subjek penelitian (seseorang, lembaga, masyarakat, dan lain-lain) pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak sebagaimana adanya. Hasil penelitian lapangan menunjukkan bahwa upacara kematian memiliki tanda dan makna yang menunjukkan status dan kedudukan seseorang baik dalam ikatan kekeluargaan dan dalam kegiatan adat.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectTandaen_US
dc.subjectPenandaen_US
dc.subjectFungsi dan maknaen_US
dc.titleKajian Semiotik Njujung Tinembu Suku Karo di Desa Panribuan Kecamatan Dolok Silau Kabupaten Simalungunen_US
dc.typeTesis Magisteren_US
dc.identifier.nimnipnik127009038


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record