Show simple item record

dc.contributor.advisorSiregar, M. Syafi'i
dc.contributor.authorFadhillah, Ike
dc.date.accessioned2019-12-03T09:23:51Z
dc.date.available2019-12-03T09:23:51Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/21556
dc.description42 Halamanen_US
dc.description.abstractThis paper is titled a description of Suroan in Desa Sei Glugur study aims to find out why the Suro moon tradition can avoid bad luck, disaster and it is has a meaning and philosophy that is important in the Java Tribe by taking research area in Desa Sei Glugut. This type of research used qualitative descriptive method. Data collection techniques used in this study is interviews and literature. Theories used Researchers in this study is the Theory of Religion and Culture. The result of this research is that the tradition of Suro moon ritual in Javanese society is a traditional ceremony passed down from generation to generation in Java society. The suro month tradition aims to avoid bad luck, disaster and to closer to God in order to get salvation, mercy and ask forgiveness for all mistakes made in the past and respect for fellow creatures created by God, not violating the prohibition on Sure moon is holding a wedding event, traveling far away, moving house, and doing other celebration. Implementation of this ritual tradition can not be separated from the various activities held every Suro month. The process of the Suro tradition begins at night, that is activity of kenduri by citizen of Desa Sei Glugur, then filled with listening and praying by religious leaders, eating together, and going around the village while praying to Almighty God.en_US
dc.description.abstractPenelitian ini berjudul deskripsi tentang suroan di desa sei glugur yang bertujuan untuk mengetahui mengapa tradisi bulan suro dapat menghindarkan dari kesialan dan bencana serta memiliki makna dan filosopi tersendiri pada Suku Jawa dengan mengambil daerah penelitian di Desa Sei Glugur. Jenis Penelitian ini menggunakan metode deskriftif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dan studi pustaka. Teori yang digunakan Peneliti dalam penelitian ini adalah Kebudayaan. Hasil penelitian ini adalah bahwa tradisi ritual bulan suro pada masyarakat jawa merupakan suatu upacara adat yang diwariskan secara turun temurun pada masyarakat jawa. Tradisi bulan suro ini bertujuan untuk menghindari kesialan, bencana, musibah, malapetaka serta untuk mendekatkan diri kepada Tuhan agar mendapatkan keselamatan, rahmat dan meminta ampun atas segala kesalahan yang dilakukan di waktu yang lalu dengan salingkan menghargai sesama mahluk ciptaan tuhan, tidak melanggar larangan di bula suro yaitu mengadakan acara perkawinan, berpergian jauh, pindah rumah, dan melakukan hajatan lainnya. Pelaksanaan tradisi ritual ini tidak terlepas dari berbagai kegiatan yang dilaksanakan setiap bulan suro. Proses ritual bulan suro dimulai pada malam hari yaitu kegiatan kenduri oleh warga masyarakat Desa Sei Glugur, lalu di isi dengan mendengarkan ceramah dan berdoa yang dipimpin oleh tokoh agama, makan bersama, dan berkeliling kampung sambil berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa .en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectTraditionen_US
dc.subjectSuro Monthen_US
dc.subjectJava Communityen_US
dc.titleA Description of Suroan in Desa Sei Gluguren_US
dc.typeKertas Karya Diplomaen_US
dc.identifier.nimnipnik162202035


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record