Show simple item record

dc.contributor.advisorAsmara, Sakhyan
dc.contributor.advisorKholil, Syukur
dc.contributor.authorJalil, Hilyati Abdul
dc.date.accessioned2019-12-05T06:24:14Z
dc.date.available2019-12-05T06:24:14Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/21700
dc.description194 Halamanen_US
dc.description.abstractJumlah hotel di Banda Aceh terus mengalami peningkatan, namun keberadaan divisi public relations masih jarang ditemukan. Aktivitas public relations dibutuhkan untuk mempertahankan dan meningkatkan okupansi. Hotel Hermes Palace merupakan hotel pertama serta satu-satunya hotel bintang 5 di Banda Aceh yang belum memiliki divisi public relations, adapun hotel Kyriad Muraya adalah hotel pertama serta satu-satunya hotel bintang 4 yang telah memiliki divisi public relations. Penelitian yang menggunakan metode deskriptif analisis ini bertujuan untuk mengetahui strategi pelaksanaan fungsi public relations yang dijalankan oleh hotel Hermes dan Kyriad. Strategi fungsi public relations yang dilakukan oleh hotel Hermes adalah dengan melaksanakan outing karyawan, pemberian penghargaan untuk karyawan terbaik, customer gathering, media gathering, promosi royal wedding, hingga mengadakan corporate social responsibility dan charity. Strategi fungsi public relations yang dilakukan oleh hotel Kyriad adalah dengan mengadakan general staff meeting, kajian bulanan internal, media gathering, memaksimalkan promosi melalui media sosial, mengadakan corporate social responsibility serta menekankan keramahan kepada customer dalam segala aktivitas hotel. Strategi fungsi public relations yang dijalankan di masing-masing hotel dilakukan dengan tahap riset, action, communication, dan evaluations. Kelebihan dari pelaksanaan fungsi public relations hotel Hermes ialah pelaksana fungsi public relations memiliki akses langsung kepada general manager, namun kekurangannya terjadi double job dan miskomunikasi. Kelebihan dari pelaksanaan fungsi public relations hotel Kyriad ialah memiliki akses langsung kepada general manager dan media sehingga timbul profesionalitas, namun kekurangannya ialah baru terdapat public relations secara personal, belum terbentuk struktur public relations secara organisasi. Hasil dari pelaksanaan fungsi PR di masing-masing kedua hotel menunjukkan bahwa okupansi atau tingkat hunian hotel meningkat.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectStrategi Fungsi Public Relationsen_US
dc.subjectHotel Hermes Palaceen_US
dc.subjectHotel Kyriad Murayaen_US
dc.subjectBanda Acehen_US
dc.titleStrategi Manajemen Hotel Hermes Palace dan Kyriad Muraya Hotel Aceh dalam Melaksanakan Fungsi Public Relationsen_US
dc.typeTesis Magisteren_US
dc.identifier.nimnipnik177045015


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record