Show simple item record

dc.contributor.advisorPujiati
dc.contributor.advisorNasution, Khairina
dc.contributor.authorTumanggor, Ilham
dc.date.accessioned2020-01-02T03:29:49Z
dc.date.available2020-01-02T03:29:49Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/22039
dc.description210 Halamanen_US
dc.description.abstractThis research aims to describe the types of deixis contained in Al-Quran of Surah Al-Kahfi and explain the clues of every deixis which are found. In analyzing the research data, the researcher uses the 5 types of deixis as research objects. The method used in this research is the descriptive-qualitative method. Based on the result of the analysis, the researcher has found the use of person deixis, space deixis, time deixis and discourse deixis. Meanwhile, the researcher does not find social deixis in Surah Al-Kahfi which is become the research data. Person deixis is denoted by the use of personal pronouns. In Al-Quran of Surah Al-Kahfi, the researcher has found the use of personal pronouns which includes three types, namely the first person called al-mutakallim (المتكلن ), second person called al-mukhāthab (المخاطب ), and third person called al-ghoib (الغائب ). In terms of the amount, the pronouns of Arabic language have singular forms, plural forms (for two people or things), and plural forms (for three people or things and upward). Arabic language uses a gender dichotomy system strictly that distinguishes between male (mudzakkar) and female (muannats) which are denoted both morphemically and lexically. In Arabic language, the personal pronoun system consists of the free form (munfasil), the bound form (muttasil), and attaches to a verb as affix (mustatir). Place deixis denoted by the use of the demonstrative pronoun هرا /hāżā/ or هره /hāżihi/ 'this' functions to indicate something whose location is close to the speaker and ذلك /żālika/ or تلك /tilka/ 'that', هناك /hunāka/ or هنالك /hunālika/ 'there' functions to indicate something whose location is far from the speaker and close to the other person. In Arabic language, there is the adverb of place known by the term, i.e. ظسف المكان . Furthermore, there are also a number of particles which contain the meaning of a location if those are coupled by nouns. These particles are called /huruful jar/ حسوف الجاز . In Arabic language, words that express the adverb of time are called zaraf zaman. Time deixis refers to the time of the event, such as past, present, and future. The use of time deixis is found in Al-Quran of Surah Al-Kahfi with the form {يوم } /yauma/ 'that day', غدا /ghodan/ 'tomorrow' and بعد / ba'da / 'after'. Discourse deixis refers to the use of / hāżā / هرا 'this' and ذلك /żālika/ 'that' for referring to the next and previous discourse element. The form of discourse deixis found in Surah Al-Kahf is the use of ذلك / żālika / 'that'. In the type of social deixis, the form is not found in Al-Quran of Surah Al-Kahfi.en_US
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis deiksis yang terdapat di dalam Al-Quran surat Al-Kahfi dan memaparkan acuan-acuan setiap deiksis yang ditemukan. Dalam menganalisis data penelitian, peneliti menjadikan 5 (lima) jenis deiksis sebagai objek penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskritif–kualitatif. Berdasarkan hasil analisis, peneliti telah menemukan penggunaan deiksis persona, deiksis ruang, deiksis waktu dan deiksis wacana. Sementara itu, peneliti tidak menemukan deiksis sosial pada surat Al-Kahfi yang dijadikan data penelitian. Deiksis persona ditandai dengan penggunaan pronomina persona. Di dalam Al-Quran Surat Al-Kahfi, peneliti telah menemukan penggunaan pronomina persona yang mencakup tiga macam, yaitu persona pertama yang disebut al-mutakallim (المتكلن ), persona kedua yang disebut al-mukhāthab (المخاطب ), dan persona ketiga yang disebut al-ghoib (الغائب ). Dalam hal jumlah, pronomina bahasa Arab memiliki bentuk tunggal, dua dan jamak. Bahasa Arab menggunakan sistem dikotomi gender secara ketat yang membedakan antara pria (mudzakkar) dan perempuan (muannats) yang ditandai baik secara morfemis maupun secara leksikal. Dalam bahasa Arab, sistem pronomina persona terdiri dari bentuk bebas (munfasil), bentuk terikat (muttasil), dan lekat pada verba sebagai afiks (mustatir). Deiksis tempat ditandai dengan pemakaian demonstrativa هرا /hāżā / atau هره /hāżihi/ ‘ini’ berfungsi menunjukkan sesuatu yang lokasinya dekat dengan pembicara dan ذلك /żālika/ atau تلك /tilka/ ‘itu’, هناك /hunāka/ atau هنالك /hunālika/ ‘disana’ yang fungsinya menunjukkan sesuatu yang lokasinya jauh dari pembicara dan dekat dengan lawan bicara. Dalam bahasa Arab, terdapat keterangan tempat yang dikenal dengan istilah /zaraf makan/ ظسف المكان . Selain itu, ada juga beberapa partikel-partikel yang juga mengandung makna lokasi jika dirangkaikan dengan nomina. Partikel-partikel tersebut disebut dengan /huruful jar/ حسوف الجاز . Dalam bahasa Arab, kata-kata yang menyatakan keterangan waktu disebut zaraf zaman. Deiksis waktu/temporal mengacu ke waktu berlangsungnya kejadian, seperti masa lampau, kini, maupun masa yang akan datang. Penggunaan deiksis waktu ditemukan di dalam Al-Quran surat Al-Kahfi dengan wujud {يوم } /yauma/ ‘hari itu’, غدا /ghodan/ ‘besok’ dan بَعْد /ba‘da/ ‘sesudah’. Dieksis wacana mengacu pada penggunaan /hāżā/ هرا ‘ini’ dan ذلك /żālika/ ‘itu’ untuk merujuk pada elemen wacana sebelumnya dan sesudahnya. Wujud deiksis wacana yang ditemukan pada surat Al-Kahfi adalah penggunaan ذلك /żālika/ ‘itu’. Pada jenis deiksis sosial, wujud tidak ditemukan penggunaannya dalam Al-Quran surat Al-Kahfi.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectAl-Quranen_US
dc.subjectAl-Kahfien_US
dc.subjectDeiksisen_US
dc.subjectAcuanen_US
dc.titleAnalisis Deiksis pada Al-Quran Surat Al-Kahfien_US
dc.typeTesis Magisteren_US
dc.identifier.nimnipnik147009017


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record