Show simple item record

dc.contributor.advisorRosmayati
dc.contributor.advisorSumarmadji
dc.contributor.authorPasaribu, Syarifah Aini
dc.date.accessioned2020-01-14T02:25:12Z
dc.date.available2020-01-14T02:25:12Z
dc.date.issued2015
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/22560
dc.description99 Halamanen_US
dc.description.abstractCreating clones with high productivity, vigour, resistant to leaf fall disease and has a wide adaptability, consistently performed to obtain superior clones. Clones IRR 400 series are candidate of next IRR series that has potential production. Especially for disease resistance, creating clones has also carried out, by crossing between parent which have high production and disease resistance. Colletotrichum leaf fall disease is one of the most important diseases in rubber plant. The disease is caused by fungi of Colletotrichum gloeosporioides. This disease can decrease productivity, delay for budding in the nursery, and in severe attacks make planting material defective, dwarf and die. Curative prevention on might mature plant is recuiring big costly and not necessarily effective. Therefore, the research was conducted at Sungei Putih Research Centre, Indonesia Rubber Research Institute, Galang Subdistrict, Deli Serdang District, North Sumatra Province, with altitude of ± 54 m asl. (above sea level), in the laboratory and field trial (budwood garden) to find the resistance of 22 clones of IRR 400 series and one clone control of PB 260 from July 2014 until January 2015. Parameters observed are attacks intensity, and latent period in the laboratory and field, cuticle thickness, stomata number and epidermic thickness . Then to see the resilience of genetically tested heretabilitas (h2) with compare genetic diversity with environments diversity. Besides that, to be seen the relationship between laboratory and field result using ‘t’ test. The results showed that cuticle thickness, stomata number and epidermic thickness can not be used as a variable to resistance level to IRR 400 series. Isolate specises showed same effect to attack intensity at laboratory or budwood garden by microscopic observations. Budwood garden more reflected to field condition. There are five IRR 400 series is selected resistance at 21 dai in budwood garden, viz IRR 428, IRR 429, IRR 446, IRR 451 and IRR 452.en_US
dc.description.abstractPerakitan klon dengan produktivitas tinggi, pertumbuhan jagur, resisten terhadap penyakit gugur daun dan daya adaptabilitas luas, secara terus menerus dilakukan. Klon IRR seri 400 merupakan klon unggul seri IRR berikutnya yang memiliki potensi produksi melebihi klon PB 260. Perakitan klon tahan dilakukan dengan menyilangkan tetua yang memiliki potensi produksi tinggi dan tahan penyakit. Penyakit gugur daun Colletotrichum merupakan salah satu penyakit penting pada tanaman karet yang disebabkan oleh cendawan Colletotrichum gloeosporioides. Gangguan penyakit ini dapat menurunkan produktivitas kebun, tertundanya saat okulasi di pembibitan, dan dalam serangan yang berat mengakibatkan bibit cacat, kerdil bahkan mati. Penanggulangan secara kuratif pada tanaman dewasa membutuhkan biaya besar dan belum tentu efektif. Oleh karena itu telah dilakukan penelitian di Balai Penelitian Sungei Putih, Pusat Penelitian Karet Kec. Galang, Kab. Deli Serdang, Sumatera Utara, pada ketinggian ± 54 m dpl, di laboratorium dan kebun entres untuk mengetahui ketahanan 22 klon IRR seri 400 dan klon pembanding PB 260 dari bulan Juli 2014 sampai Januari 2015. Parameter yang diamati adalah intensitas serangan dan periode laten di laboratorium serta kebun entres, tebal kutikula (μm), jumlah stomata dan tebal epidermis. Kemudian untuk melihat sifat ketahanan, dicari nilai heretabilitas (h2) dengan membandingkan ragam genetik dan ragam lingkungan terhadap parameter pengamatan. Disamping itu juga dilihat hubungan antara penelitian yang dilakukan di laboratorium dengan kebun entres menggunakan uji perbedaan rata-rata (uji t). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tebal kutikula, jumlah stomata dan tebal epidermis tidak dapat dijadikan sebagai peubah untuk membedakan tingkat ketahanan klon IRR seri 400. Jenis isolat menunjukkan pengaruh yang sama terhadap intensitas serangan pada uji laboratorium ataupun uji kebun entres karena jenisnya sama yaitu Colletotrichum gloeosporioides. Efektivitas pengujian di kebun entres lebih mencerminkan kondisi lapangan. Terseleksi lima klon IRR seri 400 yang bersifat resisten di pengujian kebun entres setelah 21 hsi., yaitu IRR 428, IRR 429, IRR 446, IRR 451 dan IRR 452.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectIRR Seri 400en_US
dc.subjectColletotrichumen_US
dc.subjectHeretabilitasen_US
dc.subjectAnatomi Daunen_US
dc.titleUji Ketahanan Klon Karet Irr Seri 400 Terhadap Beberapa Isolat Penyakit Gugur Daun Colletotrichum Melalui Anatomi Daunen_US
dc.typeTesis Magisteren_US
dc.identifier.nimnipnik127001031


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record