Show simple item record

dc.contributor.advisorAmir, Zainuddin
dc.contributor.advisorTarigan, Amira P
dc.contributor.authorSimarmata, Dewi
dc.date.accessioned2020-01-21T06:31:06Z
dc.date.available2020-01-21T06:31:06Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/22909
dc.description109 Halamanen_US
dc.description.abstractBackground : BODE index (Body Mass Index, Obstruction, Dyspnea, Exercise) is a very important component because it is associated with systemic manifestations of COPD, where these patients will experience disease progression and decreased quality of life. Body exercises have shown improvements in muscle function and exercise tolerance and improve quality of life in COPD patients. This study aims to assess the effect of body exercises on the BODE index score after one month and two months of training on COPD stable. Method :This research method was experimentally carried out on 25 COPD patients, in which patients did upper and lower body exercises with breathing muscle exercises and static bicycles, twice a week for one month and two months starting from 5-30 minutes / session. The BODE index is measured by assessing each variable (body mass index (kg / m2), obstruction (FEV1), dyspnea (mMRC) and Exercise 6mWT) after one month and two months of exercise and compared, with a statistical test performed with the Wilcoxon Test. Result :The results obtained are that there is no significant difference between one and two months of training on the BODE index score. The mean value of the Bode index after one month and two months of upper and lower body training was 3.48 to 3.20 (p = 0.32). Conclusions :There was no significant difference in the BODE Index after upper and lower body exercises, although clinical improvement was seen.en_US
dc.description.abstractLatar belakang :Indeks BODE(Body Mass Index, Obstruction, Dyspnea, Exercise) merupakan komponen yang sangat penting karena berhubungan dengan manifestasi sistemik PPOK, dimana pasien ini akan mengalami progresifitas penyakit dan penurunan kualitas hidup. Latihan tubuh telah menunjukkan adanya perbaikan pada fungsi otot dan toleransi latihan dan memperbaiki kualitas hidup pada pasien PPOK. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh latihan tubuh terhadap skor indeks BODE setelah satu bulan dan dua bulan latihan pada PPOK stabil. Metode :Penelitian ini adalah eksperimental dilakukan pada 25 pasien PPOK, dimana pasien melakukan latihan tubuh bagian atas dan bawah dengan latihan otot pernapasan dan sepeda statis, dua kali seminggu selama satu bulan dan dua bulan mulai dari 5-30 menit/sesi. Indeks BODE diukur dengan menilai setiap variabelnya (indeks massa tubuh (kg / m2), obstuksi (FEV1), dyspnea (mMRC) dan Exercise 6mWT) setelah satu bulan dan dua bulan latihan dan dibandingkan, dengan uji statistika dilakukan dengan Wilcoxon Test. Hasil :Hasil yang didapat yakni tidak ada perbedaan yang signifikan antara satu dan dua bulan latihan terhadap skor indeks BODE. Nilai rerata indeks Bode setelah satu bulan dan dua bulan latihan tubuh bagian atas dan bawah 3.48 to 3.20 (p = 0.32). Kesimpulan : Tidak ada perbedaan yang signifikan pada Indeks BODE setelah dilakukan latihan tubuh bagian atas dan bawah, walaupun secara klinis terlihat perbaikan.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectPPOKen_US
dc.subjectIndeks BODEen_US
dc.subjectLatihan Tubuh Ekstremitas Atasen_US
dc.subjectLatihan Tubuh Ekstremitas Bawahen_US
dc.titlePerbedaan Efektivitas Latihan Tubuh Bagian Atas dan Bawah Terhadap Nilai Indeks Bode Setelah Satu dan Dua Bulan Latihan Pada Penyakit Paru Obstruktif Kroniken_US
dc.typeTesis Magisteren_US
dc.identifier.nimnipnik167041054


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record