Show simple item record

dc.contributor.advisorDelvian
dc.contributor.advisorNasution, Zulkifli
dc.contributor.authorHendrowanto
dc.date.accessioned2020-01-22T01:17:26Z
dc.date.available2020-01-22T01:17:26Z
dc.date.issued2015
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/22935
dc.description83 Halamanen_US
dc.description.abstractOil palm is a superior commodity in the agricultural sector in Aceh Singkil Regency. The developing oil palm through forest conversion and cultural technique is practically only intended to gain profit economically without considering environmental factor. This condition should be heeded and anticipated so that it will not cause bad effect on farmers, people, and environment. Environment-based agriculture is expected to be able to solve it. Therefore, it is necessary to study the implementation of agricultural system, potency, and problems in order to organize its development strategy. The research was conducted in Singkobor Subdistrict from November, 2014 until February, 2015 with 23 respondents or source persons, taken by using purposive sampling technique. The data were gathered by conducting interviews and distributing questionnaires and described and analyzed by using SWOT analysis. The result of the research shows that oil palm planting system is not used environment-based system because the seeds are uncertified and not from superior quality so that it harms its production and economy, land clearing is done by burning the land so that it causes bad environment, the range between seeds is very close so that it can curb oil palm development, and fertilizing and controlling weed by using high dosage of chemicals which could cause environmental pollution. Some obstacles in developing environment-based agriculture are the growth and increase in population, farmers’ habit of using chemical fertilizers and pesticides, lack of human resources and infrastructure, and potential conflict among the people in using the land. The result of SWOT analysis shows some strategies as follows: optimizing the use agricultural resources (agro-climate, land, and manpower) in increasing farmers’ welfare by upholding the principle of sustainability, 2) increasing the capacity of farmers, 3) developing infrastructure to increase economic acceleration, 4) intensifying plantation management through the practice of sustainable culture, and 5) implementing plant diversification in the unproduced planting period.en_US
dc.description.abstractKelapa sawit merupakan komoditas andalan sektor pertanian di Kabupaten Aceh Singkil. Pengembangan kelapa sawit melalui konversi hutan dan teknik budidaya pada prakteknya semata-mata hanya bertujuan mengejar keuntungan secara ekonomi dan mengabaikan faktor lingkungan. Hal ini merupakan kondisi yang harus disikapi dan diantisipasi agar tidak menimbulkan dampak yang lebih buruk terhadap petani, masyarakat maupun lingkungan. Pertanian berwawasan lingkungan dapat menjadi jawaban terhadap permasalahan tersebut. Oleh karena itu, perlu dikaji bagaimana sistem pertanian dilaksanakan, potensi dan permasalahan yang dihadapi untuk kemudian disusun strategi pengembangannya. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Singkohor pada bulan November 2014 sampai dengan Februari 2015 dengan responden/ narasumber sebanyak 23 orang yang ditentukan secara sengaja. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan penyebaran kuesioner untuk kemudian dideskripsikan dan dianalisis menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem budidaya sawit yang dilakukan masyarakat belum berwawasan lingkungan, karena : bahan tanam yang digunakan berupa bibit asalan yang tidak bersertifikat sehingga merugikan dari segi produksi maupun ekonomi, pembukaan lahan masih dilakukan dengan cara tebang bakar sehingga menimbulkan berbagai dampak lingkungan, penanaman dengan jarak terlalu rapat diketahui dapat menghambat perkembangan kelapa sawit, pemupukan dan pengendalian gulma menggunakan bahan kimia cenderung dengan dosis tinggi sehingga dapat mengakibatkan pencemaran tanah. Kendala dalam pengembangan pertanian berwawasan lingkungan yaitu pertumbuhan dan pertambahan penduduk, kebiasaan petani dalam menggunakan pupuk kimia dan pestisida, keterbatasan SDM petani dan infrastruktur, potensi konflik antar masyarakat dalam penguasaan lahan. Analisis SWOT menghasilkan strategi sebagai berikut : (1) optimalisasi pemanfaatan sumberdaya pertanian (agroklimat, lahan, tenaga kerja) dalam meningkatkan kesejahteraan petani dengan memegang prinsip berkelanjutan, (2) meningkatkan kapasitas SDM petani, (3) pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan laju perekonomian, (4) intensifikasi pengelolaan kebun melalui praktek budidaya yang berkelanjutan, dan (5) penerapan diversifikasi tanaman pada periode tanaman belum menghasilkan.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectStrategien_US
dc.subjectPertanian Berwawasan Lingkunganen_US
dc.subjectKelapa Sawiten_US
dc.subjectSWOTen_US
dc.titleStrategi Pengembangan Sistem Pertanian Berwawasan Lingkungan Berbasis Kelapa Sawit di Kecamatan Singkohoren_US
dc.typeTesis Magisteren_US
dc.identifier.nimnipnik127004014


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record