Show simple item record

dc.contributor.advisorRismayani
dc.contributor.advisorZein, Zahri
dc.contributor.authorWaziruddin
dc.date.accessioned2020-01-22T01:30:01Z
dc.date.available2020-01-22T01:30:01Z
dc.date.issued2014
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/22938
dc.description87 Halamanen_US
dc.description.abstractTerjadinya penyimpangan/penyalahgunaan tujuan gadai untuk investasi menyebabkan melonjaknya pembiayaan gadai di Bank Syariah maupun pegadaian. Harga pasar emas dunia tidak stabil dan mulai menurun di pasar internasional, menyebabkan tingginya resiko nasabah gadai menunggak. Hal ini disikapi Bank Indonesia, sebagai regulator perbankan dengan melakukan audit khusus terhadap operasional, ketentuan dan peraturan KLG yang beroperasi dan membekukan seluruh transaksi gadai di Perbankan Syariah termasuk Bank Syariah Mandiri Cabang Medan Gajah Mada selama kurun waktu Desember 2011-2012. Berdasarkan data Bank Syariah Mandiri Cabang Medan Gajah Mada setelah beroperasi kembali selama lima bulan (April-September 2012) terlihat penurunan nasabah gadai yang sangat signifikan. Jika kondisi ini tidak disikapi dengan cermat, Kantor Pusat Bank Syariah Mandiri akan melakukan penutupan terhadap KLG yang dianggap kurang produktif. Tentunya hal itu akan sangat mempengaruhi perolehan laba Bank Syariah Mandiri Cabang Medan Gajah Mada. Berdasarkan hal diatas, permasalahan yang akan diteliti pada geladikarya ini, adalah menurunnya jumlah nasabah gadai emas sejak bulan Desember 2011 yang berakibat pada menurunnya pendapatan perusahaan dari sector gadai emas. Untuk itu dari penelitian ini akan mencari faktor-faktor yang menyebabkan menurunnya jumlah nasabah gadai emas baik faktor internal maupun faktor eksternal dan strategi yang harus ditempuh untuk meningkatkan minat para nasabah dalam melakukan gadai emas pada Bank Syariah Mandiri Cabang Medan Gajah Mada. Berdasarkan analisis SWOT diperoleh beberapa alternatif strategi pemasaran dalam menghadapi persaingan yang tepat yaitu strategi S-O : mempertahankan biaya transaksi yang wajar sebagai kekuatan bank syariah mandiri agar bisa dekat dengan masyarakat, meningkatkan ragam jasa yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, meningkatkan teknologi untuk menyesuaikan perkembangan teknologi yang semakin canggih. Strategi ST : mempertahankan system transaksi bank syariah mandiri sebagai kekuatan untuk bersaing dengan bank syariah lain, bank konvensional maupun perusahaan gadai emas, meningkatkan pelayanan terhadap nasabah bank syariah mandiri, menerapkan pemasaran jemput bola untuk bersaing dengan bank konvensional maupun perusahaan gadai emas yang agresif. Strategi W-O : menciptakan produk baru yang mengikuti selera pasar, menambah fasilitas agar mampu melayani nasabah dengan efektif dan efisien. Dan Strategi W-T : menambah fasilitas bank syariah mandiri untuk menghadapi persaingan, meningkatkan teknologi informasi untuk mengantisipasi persaingan. Berkaitan dengan kondisi internal perusahaan, baik berupa kekuatan maupun kelemahan, dikaitkan dengan kondisi eksternal lembaga yang berupa peluang dan tantangan Bank Syariah Mandiri produk gadai emas dalam upaya mempertahankan eksistensinya dan meningkatkan kualitas perlu meramu keempat aspek tersebut dengan cara yang seefektif dan seefisien mungkin. Untuk itu Bank Syariah Mandiri diharapkan melakukan serangkaian pembenahan agar dapat tetap eksis dalam menghadapi persaingan produk gadai emas khususnya di Kota Medan dan umumnya di Sumatera secara terpadu.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectGadai Emasen_US
dc.subjectSWOTen_US
dc.subjectPerbankan Syariahen_US
dc.subjectBank Syariah Mandirien_US
dc.titleAnalisis Strategi Pemasaran Gadai Emas untuk Mengoptimalkan Pencapaian Laba Perusahaan (Studi Kasus pada Bank Syariah Mandiri Cabang Medan Gajah Mada)en_US
dc.typeTesis Magisteren_US
dc.identifier.nimnipnik097007019


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record