Show simple item record

dc.contributor.advisorSibarani, Robert
dc.contributor.advisorWidayati, Dwi
dc.contributor.authorQomariah, Euis
dc.date.accessioned2020-01-27T02:38:02Z
dc.date.available2020-01-27T02:38:02Z
dc.date.issued2014
dc.identifier.urihttp://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/23111
dc.description233 Halamanen_US
dc.description.abstractThis study entitled Geography of Singkil Dialect. This research was conducted in two regencies and cities as mentioned in the background. The theory which is used here is the dialectology theory developed by Ayatrohaedi in Indonesia since 1979. The problem in this research are how the description og Singkil language phonological variation in Aceh Singkil and Subulussalam is, how the description of Singkil language lexical variation in Singkil and Subulussalam is, how the description of phonological and lexical variation map of Singkil language in Aceh Singkil and Subulussalam based on isogloss file, how Singkil language dialect variants based on the result of lexical dialektometri calculation. The data for analysis were taken from thirty-three informants, three people from each point of observation areas (eleven points of observation area). The method used to collect the data is pupuan field method, i.e directly the researcher dealing with the informants asking equivalents totaled 450 vocabularies published by the Language Center and was made in the list of questions which were asked to the informants. In the description of the speech of the informants, the researcher used the symbols published by IPAS (International Phonetics Association Symbols). All data were taken from the spoken language. After the data had been obtained from the informations, then it was tabulated for the different phonological and lexical. Furthermore, dialektometri method was applied to calculate the map distance compared to find the number of dialects and sub-dialect Singkil language at both of the regency and the city. As a result, that can be found in both the regency and the city are not found in any local dialect difference in very observation area. So it can be said that the Singkil language at the time of this study did not have a dialect according to the calculation dialektometri results the lexical level which ranges from 3.11%-16.22% (Considered no difference).en_US
dc.description.abstractPenelitian ini berjudul Geografi Dialek Singkil. Penelitian ini dilakukan di dua kabupaten dan kota sebagaimana tersebut dalam latar belakang. Teori yang digunakan ialah teori dialektologi yang dikembangkan oleh Ayatrohaedi di Indonesia semenjak 1979. Adapun masalah pada penelitian ini adalah bagaimanakah deskripsi variasi fonologis bahasa Singkil di Aceh Singkil dan Subulussalam, bagaimanakah deskripsi variasi leksikal bahasa Singkil di Aceh Singkil dan Subulussalam, bagaimanakah gambaran peta variasi fonologis dan leksikal bahasa Singkil di Aceh Singkil dan Subulussalam berdasarkan berkas isogloss, bagaimanakah varian dialek bahasa Singkil berdasarkan hasil perhitungan dialektometri leksikal. Data untuk bahan analisis diambil dari tiga puluh tiga orang informan, yaitu tiga orang dari setiap titik daerah pengamatan (sebelas titik daerah pengamatan). Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode pupuan lapangan, yaitu peneliti langsung berhadapan dengan para informan menanyakan padanan kata berjumlah 450 kosakata yang diterbitkan oleh Balai Bahasa dan dibuat dalam daftar tanyaan yang ditanyakan kepada informan. Dalam pendeskripsian ujaran para informan digunakan symbol yang diterbitkan oleh IPAS (International Phonetics Association Simbols). Semua data diambil dari bahasa lisan. Setelah data diperoleh dari informan maka ditabulasi untuk yang beda fonologi dan leksikal. Selanjutnya diaplikasikan metode dialektometri untuk menghitung jarak peta yang diperbandingkan untuk menemukan jumlah dialek dan subdialek bahasa Singkil di kedua kabupaten kota tersebut. Sebagai hasilnya dapat ditemukan bahwa di kedua kabupaten dan kota tersebut tidak dijumpai perbedaan dialek di setiap daerah pengamatan. Sehingga dapat dikatakan bahwa bahasa Singkil pada saat penilitian ini dilakukan tidak memiliki dialek sesuai dengan hasil perhitungan dialektometri pada tataran leksikal yaitu berkisar 3,11%-16,22% (Dianggap tidak ada perbedaan).en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Sumatera Utaraen_US
dc.subjectDialeken_US
dc.subjectPemetaanen_US
dc.subjectDialektometrien_US
dc.subjectBerkas Isoglosen_US
dc.titleGeografi Dialek Bahasa Singkilen_US
dc.typeTesis Magisteren_US
dc.identifier.nimnipnik117009002


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record